My Place

Media Group

Koran Bali Online
Koran Bekasi Online
Koran Pantura Online



    Bekasi - Seorang pelajar SMP di Bekasi, Jawa Barat, berhasil menangkap tuyul yang berkeliaran di kamarnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 24 Februari malam di sebuah rumah di Jalan Bambu Kuning, RT 3 RW 2 Kelurahan Sepanjang Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

    “Yang menangkap anak saya yang bernama Aji,” ujar ibu pelajar sekolah menengah pertama itu, Euisdi Bekasi, Sabtu (27/2/2010) kemarin.

    Menurut keterangan Euis, anaknya yang baru berusia 13 tahun itu saat berada di kamarnya pada Rabu malam, tiba-tiba melihat sesuatu yang mencurigakan. Dia pun langsung menangkap benda yang belakangan diketahui sebagai tuyul. “Setelah ditangkap lalu dimasukkan ke dalam botol sirup,” terangnya.

    Sayangnya Euis tidak menceritakan detail kronologis penangkapan makhluk gaib itu. Termasuk bagaimana anaknya mempunyai kemampuan menaklukkan tuyul yang berukuran sekira 70 cm. Aji sendiri belum bisa dimintai keterangan karena masih sekolah. “Tuyulnya gendut dan botak,” ujar Euis.



    Bekasi - Balita yang dipasung selama tiga tahun, Gia Wahyuningsih (5), menunjukkan perkembangan yang baik. Sehari dirawat di ruang anak kelas III Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi, berat badannya naik 0,2 kilogram.

    Dokter ruang anak rumah sakit Bekasi dr Mega Ayu Siwi Handayani, mengatakan berat badan Gia ketika masuk rumah sakit Senin (22/2) sore, hanya 11 kilogram saja. Hingga sore ini, beratnya menjadi 11,2 kilogram.

    Yang tidak kalah menggembirakan, Gia mulai bisa diajak berbicara juga bermain. Setiap kali biskuitnya habis, dia bicara kepada perawat, "tambah".

    "Perkembangannya sangat baik sekali, dia (Gia) juga sudah bisa bicara," katanya, Selasa (23/2) sore.

    Gia dipasung orangtuanya Bachtiar Angkotasan (48), sejak tiga tahun lalu. Kasus tersebut terbongkar Ahad (21/2) sore. Selanjutnya Gia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi. Karena orangtuanya warga Kabupaten Bekasi, Gia lalu dipindahkan ke rumah sakit Bekasi.

    Menurut dr Mega, pihaknya memberikan pengawasan selama 24 jam. Metode perawatan yang diberikan adalah terapi dan obat-obatan seperti antibiotik, susu, dan obat kejang. Metode terapi seperti diajak bermain, fungsinya untuk mengobati mental Gia yang sedang labil. Adapun obat-obatan, kata dr Mega, untuk menyembuhkan sakit epilepsi atau ayan dan gizi buruk yang dideritanya.

    "Sebelum masuk rumah sakit Gia kejang selama satu bulan, itu membuat sakitnya parah," katanya. "Pengobatan mungkin lama". (Tempo)



    Bekasi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta pemerintah setempat melakukan larangan terhadap pembuatan toilet di dalam ruang tempat hiburan karoke. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya perbuata asusila.

    Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Ronny Hermawan, kepada ANTARA, di Bekasi, Selasa (23/02/2010), mengatakan, upaya tersebut didasari atas masukan dari sejumlah elemen masyarakat yang merasa keberatan dengan adanya tempat hiburan bernyayi yang memiliki toilet dalam ruangannya.

    "Berdasarkan laporan masyarakat, tempat karaoke yang saat ini memiliki toilet dalam ruang bernyanyi antara lain, karaoke GO di Bekasi Cyber Park, fasilitas karaoke pada sebuah hotel di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, dan Kara Oke di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan," ujarnya.

    Dikatakan Ronny, penempatan toilet di dalam ruang karaoke dinilai kurang tepat.

    "Sebab, dengan dua atau fasilitas tiga toilet di bagian luar ruangan saya rasa sudah cukup, lalu buat apa bila masing-masing ruangan di beri toilet. Hal ini patut dipertanyakan fungsinya," kata Ronny.

    Ronny menambahkan, pihaknya mendesak kepada aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat untuk segera membenahi praktik pemanfaatan toilet dalam ruang karaoke untuk berbuat asusila.

    "Jangan sampai masyarakat melakukan penutupan dengan cara mereka sendiri, sebab dampaknya pasti akan merugikan pengusaha," ujarnya.

    Sementara itu, Lucky (45) pengelola tempat hiburan Kara Oke di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan, mengaku keberatan dengan usulan tersebut.

    Alasannya, pemanfaatan toilet di ruang bernyanyi semata-mata hanya untuk memberikan fasilitas lebih terhadap pelanggan.

    "Sesungguhnya perbuatan asusila tergantung dari individu masing-masing, jangan yang disalahkan justru pengusahanya. Kami hanya menjaga pelanggan agar tetap nyaman," katanya.

    Lucky mengaku telah memasang sejumlah pemberitahuan kepada pelanggan terkait hal-hal yang dilarang selama berada di dalam ruangan termasuk diantaranya berbuat asusila.

    "Saya sudah memasang pengumuman agar pelanggan mentaati peraturan. Bila hal itu dilanggar, kami tidak segan-segan mengeluarkan mereka," ujar Lucky. (Berita8)



    Bekasi - Menyambut Hari Sampah Nasional tanggal 22 Februari, pemerintah kota Bekasi makin meningkatkan upaya untuk menjadikan sampah di tempat pembuangan akhir Bantar Gebang menjadi arus listrik dengan memanfaatkan gas metan yang dihasilkan oleh sampah. Di Bekasi, sampah memang menjadi aset karena ikut menyumbang pendapatan asli daerah.

    Sampah sebagai penyumbang pendapatan asli daerah terbesar bagi Bekasi, pemanfaatannnya akan makin ditingkatkan oleh pemerintah kota Bekasi. Hari Sampah Nasional tanggal 22 Februari yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, jadi momentum bagi pemerintah kota Bekasi untuk segera merampungkan pembuatan gas metan dari sampah untuk jadi arus listrik.

    Sebanyak 8 unit mesin pengolahan gas metan sudah disiapkan, dengan investasi mencapai Rp 700 milyar. Pengolahan pembuatan gas metan, hingga menjadi arus listrik dengan menggandeng investor tersebut, rencananya selesai tanggal 8 Maret mendatang.

    Diharapkan hal tersebut makin meningkatkan pendapatan kota Bekasi, karena dari pengolahan sampah di TPA Bantar Gebang saja, pemerintah Kota Bekasi mendapatkan pendapatan asli daerah sebesar Rp 34 milyar pertahun.

    Jika rencana mengubah sampah menjadi arus listrik berjalan sesuai rencana, pemerintah Kota Bekasi membutuhkan sampah non organik yang lebih banyak lagi. Peluang ini terbuka bagi daerah lain yang berencana membuang sampahnya di Bekasi. Sebab, untuk menghasilkan satu megawatt arus listrik, diperlukan gas metan dari sampah sekitar 350 meter kubik per jamnya. (Indosiar)



    Bekasi - Dinas Binamarga dan Tata Air Pemerintah Kota Bekasi melakukan perbaikan ruas jalan rusak sepanjang 180 kilometer, pada 2010 ini. Nilai anggaran sebesar Rp 170 miliar.

    Kepala Bidang Binamarga Bekasi Lindon Tampubolon mengatakan, jalan rusak sebagian dibeton (rigit) dan sebagian lagi diaspal. Terdiri dari, 60 kilometer jalan kota dan 120 kilometer jalan lingkungan. Panjang keseluruhan ruas jalan di Kota Bekasi, Jawa Barat, 1.000 kilometer. "Kerusakan jalan bervariasi, mulai rusak ringan, sedang, dan rusak berat," kata Lindon, kepada Tempo, Selasa (23/2).

    Dari pantauan, ruas jalan rusak di Kota Bekasi terjadi di jalur-jalur padat. Di antaranya, Jalan Raya Pekayon, Jalan Raya Pondok Gede, dan Komsen Jatiasih.

    Menurut Lindon, penyebab kerusakan ada banyak hal. Seperti, konstruksi tanah labil dan sering tergenang air karena saluran jalan atau drainase buruk.

    Masalah saluran air dan jalan tidak bisa diatasi hanya satu atau dua tahun ke depan. Alokasi perbaikan saluran tahun ini hanya 10 persen atau 100 kilometer saja dari total panjang jalan.

    Kepala Bidang Tata Air Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi Yurizal mengatakan, mayoritas saluran jalan buntu bahkan ada saluran tertutup tanah. Pada musim hujan, genangan air terjadi di badan jalan. "Masalah saluran tetap menjadi kendala utama hingga beberapa tahun ke depan," kata dia.

    Pihaknya justru harus mendahulukan perbaikan tanggul Kali Bekasi yang jebol sepanjang 100 meter di samping Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih.

    Tanggul jebol itu baru ditutupi karung pasir, dan akan dibangun permanen pada Juli nanti. Alokasi anggaran tanggul sebesar Rp 8 miliar.

    Yurizal maupun Lindon mengaku pesimistis masalah infrastruktur jalan dan saluran air dapat tuntas dalam waktu singkat. Kendala utamanya, anggaran yang minim. Total dana untuk Dinas Binamarga dan Tata Air, tahun ini, sebesar Rp 220 miliar. (Tempo)



    Bekasi - Endang Supriyatna (60), pria penjaga toko mebel, ditemukan tewas di kompleks Ruko Harapan Indah Regency Blok BF, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (21/2/2010) siang. Korban diduga dibunuh perampok yang mengacak-acak isi ruko tersebut.

    Jasad korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan hanya mengenakan celana pendek di lantai dua ruko tersebut.

    Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Roby (36), pemilik toko, sekitar pukul 14.00 WIB. Roby yang datang ke tokonya curiga karena sudah siang tokonya masih belum juga buka. Ruko milik suami istri Roby dan Ny Febry (34) ini setiap hari dijaga korban yang sudah 10 tahun lebih bekerja di toko itu.

    Roby sempat memanggil-manggil korban sambil menggedor pintu, tetapi tidak ada jawaban. Padahal, dia melihat jendela ruko di lantai dua terbuka. Dengan dibantu satpam setempat, Roby menjebol pintu ruko dan mendapati Endang Supriyatna terkapar di lantai berlumuran darah.

    Satpam ruko selanjutnya menghubungi polisi. Petugas Polres Metro Bekasi dan Polsek Metro Medan Satria yang melakukan olah TKP menemukan bercak darah di jendela lantai dua yang terbuka.

    Hasil penyelidikan sementara polisi, korban diduga dibunuh pada malam hari karena ditemukan darah yang sudah mulai mengering dan bau amis. Beberapa barang juga terlihat acak-acakan.

    Sebuah kayu patahan gagang martil dan balok yang diduga digunakan sebagai alat membunuh ditemukan polisi tak jauh dari jasad pria asal Kuningan, Jawa Barat, ini.

    “Kami belum tahu apakah motifnya perampokan atau ada unsur lain dalam pembunuhan ini,” ujar Kapolsek Metro Medan Satria AKP Yana Darmayana.

    Oleh petugas, mayat korban dikirim ke Rumah Sakit Soekanto (Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur.



    Bekasi - Gia Wahyu Ningsih (4), putri kedua dari pasangan Bahtiar Angkotasan (47) dan Ny. Mei-mei (44), warga RT04 RW02 Kelurahan Jati Mulya, Kecamatan, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, selama lebih dari tiga tahun dipasung orang tuanya karena diduga menderita gangguan syaraf.

    Ayah korban Bahtiar, di Tambun, Senin, mengatakan Ningsih terpaksa dipasung di kamar karena sering mengamuk hingga membahayakan nyawanya dan merusak perabot rumah tangga.

    "Sejak usia satu tahun, Ningsih saya pasung menggunakan sabuk yang diikat pada bagian tiang kamar karena sering merusak benda apa saja yang ada didekatnya. Selain itu, dia menderita kelainan syaraf sehingga suka berlaku hyper aktif," kata Bahtiar.

    Kehidupan Ningsih sehari-hari hanya dihabiskan dengan melamun, berbicara sendiri, tidur dan berteriak-teriak bila melihat ada orang lain yang mencoba mendekat.

    Dalam ruang kamar berukuran 2X4 meter beratap bilik dan dinding kayu Ningsih hanya mengenakan sehelai baju dan popok.

    Tidak hanya itu, tingkat perekonimian warga yang terbatas juga menyebabkan orang tua Ningsih yang berprofesi sebagai pengamen jalanan hanya mampu memberinya makan nasi putih dan lauk pauk seadanya sebanyak dua kali dalam sehari.

    "Malah kadang-kadang bila penghasilan saya sedikit, dalam sehari Ningsih hanya makan sekali," ujar Bahtiar.

    Menurut Bahtiar, situasi tersebut telah mengakibatkan ibu kandung Ningsih yakni Ny. Mei-mei kabur dari rumah dan pulang ke kampung halamannya di Ambon.

    "Sehingga, saya saat ini hanya hidup bertiga dengan kakak Ningsih yang masih pengangguran," katanya.

    Bahtiar menceritakan, sejak tiga tahun lalu Ningsih yang semula berkelakuan wajar tersebut mendadak menjadi sering marah dan sering merusak perabot rumah tangga. Tak jarang pula, ia sering melukai dirinya sendiri dengan cara menggigit jari dan bagian tubuh lainnya hingga berdarah.

    "Saya sering mendapati Ningsih memakan kotorannya sendiri. Sehingga saya memasangkan popok dan mengikatnya menggunakan sabuk, kemudian sabuk tersebut saya kaitkan dengan tali tambang ke bagian tinang penyangga kamar," katanya.

    Bahtiar mengaku pernah memeriksakan kondisi anaknya ke dokter, namun dokter menganjurkannya untuk membawa Ningsih ke ahli syaraf.

    "Tahun 2006, Ningsih pernah saya bawa ke dokter, tapi katanya penyakit syarafnya sulit disembuhkan, sehingga harus dibawa ke ahli syaraf. Namun, karena penghasilan saya sangat pas-pasan, sehingga saya terpaksa menunggu bantuan dari orang lain," katanya.

    Secara terpisah, Wakil Bupati Bekasi, Darip Mulyana, menilai upaya pemasungan terhadap Ningsih tidak berperikemanusiaan dan melanggar Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

    Dikatakan Darip, pihaknya akan memberikan kemudahan fasilitas pengobatan terhadap penyakit yang diderita Ningsih dengan menyediakan kartu Jamkesmas dan sejumlah kebutuhan lainnya.

    "Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyembuhkan penyakit Ningsih," katanya. (Ant)



    Bekasi - Majelis Mujahidin (MM) menolak gugatan Aliansi Kebangkitan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) untuk mencabut Undang-undang nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama. “Siapa pun yang sepakat dengan MM, kita akan bersama-sama menghadapi gugatan AKKBB itu” jelas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, Irfan S Awwas, kemarin.

    Irfan menambahkan, MM harus meyakinkan masyarakat jika UU pencegahan penodaan agama dihilangkan maka itu adalah kemenangan bagi kaum sekuler dan liberal Indonesia yang telah melakukan penghinaan terhadap umat beragama di Indonesia. AKKBB telah mengajukan uji material terhadap UU pencegahan penodaan agama dan Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima gugatan tersebut.

    MM beranggapan bahwa gugatan itu sebagai upaya AKKBB untuk membuat umat beragama tidak nyaman dan tidak aman dalam melaksanakan ajaran agamanya. Apalagi AKKBB mengoreksi ajaran agama dengan menggunakan Hak Azasi Manusia. Komnas HAM yang juga mendukung adanya gugatan AKKBB itu dinilai MM sebagai lembaga negara yang membuat umat Islam tidak nyaman melaksanakan ajaran agama di Indonesia.

    MK berencana untuk mengundang ahli Hak Azasi Manusia (HAM) dari Amerika untuk membantu MK membuat keputusan yang objektif. MM beranggapan bahwa dengan menghadirkan pakar HAM dari Amerika justru akan menjadikan citra buruk kemandirian lembaga tinggi negara sekelas Mahkamah Konstitusi. Sedangkan menurut Amir Majelis Mujahidin, Muhammad Thalib, Rencana mengundang ahli HAM dari Amerika oleh MK dikarenakan lembaga itu sudah diintervensi oleh Amerika.

    Di kesempatan yang sama Ketua umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Ali Mocthar Ngabalin memberikan pesan kepada ketua MK Mahfud MD untuk tidak mengundang orang dari luar negeri karena urusan yang dihadapi ini adalah urusan dalam negeri. Ali juga menyatakan akan menduduki MK jika keputusan gugatan pencabutan UU Pencegahan Penodaan Agama dilakukan. (Republika)



    Bekasi - Pesona 2010 di Yayasan Al Husna, Kayuringin Bekasi, berlangsung meriah. Sebanyak 500 peserta ikut serta dalam delapan cabang lomba. “Artis Ida Leman, Tia Monica, dan Suti Karno ikut menjadi juri,” kata Zein M Fauzy, Ketua Panitia, Sabtu (20/2).

    Dari delapan cabang lomba, dua cabang termasuk baru. Lomba itu Cabang Baca Berita dan Lomba Acting. Dua cabang lomba ini banyak diminati.

    Suasana cabang lomba ini sangat ramai. Seorang anak TK dengan gaya lucunya berlagak penyiar tengah membacakan berita.

    Selain cabang lomba, juga digelar bazar yang banyak diikuti peserta. “Kita juga kaget karena pesertanya melonjak dari target,” katanya.

    Lonjakan ini bisa difahami karena adanya sejumlah hadiah bagi peserta. Misalnya, doorprize laptop maupun reward bagi peserta yang juara. “Reward berupa potongan uang pangkal masuk sekolah,” katanya.

    Yayasan Al Husna saat ini mengelola pendidikan dari usia dini, TK dan SD. Jumlah siswa terus meningkat dengan jaminan kualitas pendidikan.



    Bekasi - Sebanyak 400 anggota TNI di jajaran Kodim 0507/Bekasi melakukan aksi kebersihan, Sabtu (20/2). Bahkan, Dandim Letkol Kav Steve Parengkuan memimpin langsung aksi ini.

    Aksi kebersihan ini mendukung program Adipura dan dalam menyambut Hari Jadi Kota Bekasi ke-13. Dua sasaran aksi kebersihan yakni di Stasiun Bekasi dan sekitarnya serta di Lapangan Multiguna dan sekitarnya. Kegiatan ini dipantau Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, yang berkililing ke sejumlah wilayah.

    Anggota TNI, aparat Dinas Kebersihan dan masyarakat, bersama-sama mengambil sampah di sekitar rel maupun di Jl Ir H Juanda di sekitar stasiun. (Poskota)



    Bekasi - Kapasitas 25 ruas jalan internal di Kota Bekasi, Jawa Barat, belum memenuhi standar minimal dari fungsi jalan. Solusinya, ruas yang menghubungan antarwilayah dalam kota itu harus dilebarkan.

    Kepala Sub Bidang Tata Ruang dan Infrastruktur Wilayah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bekasi, Dicky Irawan, mengatakan pada jam-jam sibuk kondisi 25 ruas jalan itu sangat macet. "Harus ada peningkatan kualitas jalan dengan melebarkan sisi kiri atau kanannya," kata Dicky, dalam siaran persnya, Jumat (19/2).

    Kondisi tidak ideal itu diketahui dari hasil kajian kondisi jalan internal atau peghubung antara wilayah dalam kota akhr 2009 lalu. Menurut Dicky, beberapa ruas arteri primer bahkan memiliki tingkat kejenuhan yang sangat tinggi. Di antaranya, Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, dan Jalan Alternatif Cibubur.

    Kondisi lebar jalan yang harus diperlebar itu bervariasi antara 4- 10 meter, akan dilebarkan menjadi 12- 18 meter. Seperti, Jalan Pejuan dari 8 meter menjadi 12- 16 meter, Jalan Joyo Martono dari 10 meter menjadi 12- 16 meter, Jalan Pekayon Jaya dari 10 meter menjadi 12-16 meter, Jalan Pengasinan dari enam meter menjadi 12- 16 meter, Jalan Jatiasih dari delapan meter menjadi 12- 20 meter, Jalan Pasar Kecapi dari empat meter menjadi 12-16 meter, Jalan Sapta Pesona hanya empat meter menjadi 12- 16 meter, Jalan Raya Cikiwul enam meter menjadi 12- 16 meter, Jalan Chairil Anwar dari 10 meter menjadi 16 meter, jalan Kali Malang dari 10 meter menjadi 16 meter.

    "Fungsi pelebaran jalan untuk memperlancar interaksi antara masayarat dan memacu perkembangan kota," kata Dicky.

    Mengenai pelaksanaan proyek pelebaran jalan itu, Dicky mengatakan tergantung pemerintah daerah apakah hendak memenuhi tuntutan kebutuhan jalan atau tidak.

    Hanya saja rencana tersebut sulit terealisasi, sebab perbaikan jalan rusak selama musim hujan saja pemerintah daerah masih harus menunggu Anggara Pembangunan dan Belanja Daerah cair. "Sampai saat ini anggaran masiih digodok Dewan," kata Agus Sofyan, Kepala Dinas Bina Mara dan Tata Air kepada wartawan, sehari sebelumnya.

    Dia menyebutkan, selama musim hujan awal tahun ini, panjang ruas jalan rusak sekitar 20 persen atau 200 kilometer dari total ruas jalan di Kota Bekasi 1.000 kilometer. Aspal jalan banyak terkelupas karena tergenang air pada waktu cukup lama.

    Menurut dia, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk jalan rusak itu sekitar Rp 10 miliar. Mekanisme perbaikan jalan dilakukan dengan cara tambal sulam, karena musim hujan masih berlangsung. (Tempo)



    Bekasi - Munculnya banyak permukiman baru di Bekasi tidak dibarengi dengan penambahan transportasi massal yang layak. Salah satunya kereta api yang dinilai masih jauh dari harapan warga. Hal ini terungkap dalam sebuah diskusi publik bertema Menuju Layanan Kereta Api Jabodetabek Yang Lebih Customer Oriented. Santi, warga Tambun Bekasi mengatakan frekuensi kereta api dari Bekasi menuju Jakarta saat ini masih minim. Dia meminta frekuensi kereta api listrik yang saat ini hanya tiga kali ditambah menjadi 5-8 kali. "Jumlah penduduk Bekasi bertambah, tiap hari kereta api makin ramai. Bahkan ada yang sampai pingsan di dalam kereta," kata Santi.

    Selain itu banyaknya pembatalan jadwal kereta atau kereta yang telat membuat penumpang harus menumpuk di stasiun. Akibatnya, setiap ada kereta yang lewat, kereta sangat penuh hingga berdiri pun sulit. Dani, seorang warga lainnya meminta agar PT. Kereta Api memberi kompensasi kepada penumpang yang harus menunggu lama karena kereta telat. "Apakah tidak ada penanganan yang lebih baik?" katanya.

    Dani mengusulkan agar tiket penumpang karena kereta mogok bisa dikembalikan. Apalagi jika naik kereta api AC Ekspres kemudian mogok, Dani meminta PT. Kereta Api mengembalikan selisih tiket dari harga ekspres ke ac ekonomi yang Rp 5.500. Menanggapi hal ini, Makmur Saeheran, Sekretaris Perusahaan PT. Kereta Api Commuter Jabodetabek mengatakan pengembalian tiket atau kompensasi seperti itu sulit dilakukan karena membutuhkan sumber daya dan waktu yang lama. "Memberikan kompensasi juga sulit, karena banyak penumpang yang tak mengembalikan tiket saat turun," katanya.

    Makmur meminta pemahaman warga atas keterbatasan tersebut. Menurut Makmur banyak hal yang masih terbatas ditangani seperti jika sekarang listrik mati, maka efeknya satu bulan kemudian ada alat yang rusak. "Dan hal itu susah diprediksi," ujarnya. (Tempo)



    Bekasi - Ujicoba listrik TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantargebang akan dilaksanakan akhir bulan ini. “Tanggal 8 Maret akan kita resmikan,” kata Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi, usai Jumat Keliling di Masjid Al-Hidayah, Jatikramat, Bekasi. Setelah Salat Jumat dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 1000 jamaah.

    “Tanggal 28 ujicoba, lalu awal Maret, bulan depan akan diresmikan oleh menteri,” katanya yakin.

    Listrik bertenaga sampah ini akan berkekuatan 2 MW yang diharapkan akan bisa menopang kebutuhan listrik di sekitar TPA dan sekitarnya. Dalam kesempatan sebelumnya, dua mesin generator sudah datang dan siap dioperasikan.

    Peresmian dan pengoperasian listrik ini yang dibarengkan dengan Hari Jadi Kota Bekasi ke-13 ini sebagai upaya nyata Pemkot Bekasi memberdayakan sampah dari sisi ekonomis. Selain itu, sampah juga harus ditekan sisi pencemaran dengan menekan pembuangan gas methane. “Bekasi akan terang terus,” katanya.

    Pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik ini dikelola pihak ketiga, PT Godang Tuajaya Jo PT Navigat. Listrik itu, kata walikota, akan dijual ke PLN dan sudah ada kesepakatan kerjasamanya.

    Inovasi dan komitmen untuk menjadikan sampah zero waste (tanpa limbah) menjadi nilai khusus bagi Pemerintah Kota Bekasi. Di daerah lain, rencana bisa saja sudah ada, namun baru Kota Bekasi pertama kali yang menyala.

    Atas upaya ini, Kota Bekasi kini tak lagi menganggap sampah menjadi masalah. Bahkan, Kota Bekasi sesumbar membutuhkan sampah dari daerah lain. Terlebih untuk sampah organik, maka akan sangat dibutuhkan. ”Silahkan saja,” katanya.

    Upaya ini mendapat apresiasi dari Departemen Lingkungan Hidup. Saat kunjungan ke Kota Bekasi belum lama ini, Tri Bangun El Sony, Asisten Deputi Urusan Pengedalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Berskala Kecil Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan upaya dan komitmen Pemkot Bekasi perlu mendapat apresiasi. “Jarang daerah yang memiliki komitmen tinggi memperhatikan masalah gas flairing atau pengelolaan sampah,” katanya.

    Listrik tenaga sampah yang dikembangkan di Kota Bekasi saat ini sudah berjalan di TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi. Dengan bekerjasama perusahaan asing PT Gikoko, sampah diolah menjadi tenaga listrik sebesar 120 KVA dari rencana 500 KVA.

    Sedangkan listrik tenaga sampah di TPA Bantargebang ditargetkan bisa mencapai 2 mega watt (MW).

    Sampah di Kota Bekasi diarahkan menjadi potensi pemasukan kas daerah sekaligus harus ramah lingkungan. Saat ini, sampah sudah diolah menjadi kompos, listrik, dan gas flairing (pembakaran gas methane). (Pos Kota)



    Bekasi - Debit air di Kali Bekasi, Jawa Barat, hingga pukul 02:00 WIB terus mengalami peningkatan sehingga sejumlah kawasan perumahan terendam air setinggi dua meter.

    Hal itu dikatakan Petugas Pantau Bendung Kali Bekasi, Arsito kepada ANTARA, di Bekasi, Sabtu. "Debit limpas air mulai pukul 23:00 hingga pukul 02:00 WIB terus mengalami peningkatan rata-rata 50 hingga 100 kubik per detik. Pada pukul 02:00 WIB, debit air mencapai lebih dari 400 kubik perdetik," katanya.

    Selain Kali Bekasi yang merupakan aliran dari Kali Cikeas dan Cileungsi Bogor, kata dia, ada delapan kali lagi di Kota Bekasi yang mengakibatkan banjir di kawasan perumahan setiap musim hujan datang. "Diantaranya, Kali Bojong Rangkong, Kali Cakung, Kali Sunter, Kali Belencong, Kali Sasak Jarang, Kali Kapuk, Kali Rawa Tembaga dan Kali Rawalumbu," katanya.

    Banjir terjadi akibat adanya perubahan tata ruang di daerah Puncak Bogor, seperti maraknya pembangunan villa yang mengakibatkan daerah resapan air berkurang.

    Langkah yang kami lakukan untuk mengurangi debit air dengan menggunakan sistem katup agar aliran air dapat berjalan dengan stabil. "Namun, bila terlalu lama kita tutup, bisa-bisa tanggul utama Kali Bekasi jebol. Sehingga sistem yang kami lakukan dengan buka tutup tanggul," katanya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Tata air Dinas Bina Marga Kota Bekasi, Yusrizal menyatakan, Kota Bekasi saat ini sudah dalam status siaga banjir. Pihaknya telah memberikan peringatan dini kepada 52 perumahan yang tersebar di 12 Kecamatan setempat untuk bisa melakukan langkah antisipasi.

    "Sejak beberapa bulan lalu, kami telah melakukan langkah pencegahan datangnya banjir dengan melakukan pengerukan dan pelebaran sejumlah Kali Sekunder. Kami juga menyiapkan 2.000 lembar karung plasik untuk menambal tanggul yang jebol akibat luapan air," katanya.

    Selain itu Dinas Bina Marga juga menyediakan delapan pompa air ukuran kecil dan besar, dua perahu karet serta tiga perahu viber batuan dari Pemprov Jabar. (Ant)



    Bekasi - Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Jati Rasa, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendapat musibah banjir akibat luapan Kali Bekasi, Sabtu.

    "Saat ini dari total 15 RW di Kelurahan Jati Rasa, 10 diantaranya tergenang air rata-rata setinggi satu meter sejak pukul 23:00 WIB," ujar Lurah Jati Rasa, Drs. H. Sujito, kepada ANTARA, di Bekasi, Sabtu.



    Bekasi - Setelah membanjiri Depok, air kiriman dari Bogor juga memporak-porandakan wilayah Bekasi.

    Mulai tengah malam tadi, perumahan di sekitar Sungai Bekasi terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Perumahan yang diterjang banjir adalah Pondok Mitra Lestari, Perumahan Jaka Kencana, dan Kemang Ifi.

    “Air mulai datang sekira tengah malam,” ujar Boediono, salah seorang korban banjir di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2010) dini hari.


    Bekasi - Lima bocah yang masih sekolah di SD dan SMP di Bekasi, kini menghadapi ancaman 9 tahun penjara. Kelima anak tersebut, masing-masing AN (10), RI (12), DA (13), BP (14) dan AR (13), dituduh Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mengeroyok rekan sepermainan mereka AT (13) hingga terjatuh di got. AT meninggal dunia beberapa jam setelah kejadian itu.



    Bekasi - Banjir Bandang yang menerjang kota Bogor dan luapan ketinggian air di pintu air Katulampa, Bogor, Jawa Barat , kini mulai dirasakan oleh wilayah rendah seperti di Perumahan Vila Nusa Indah, Cilengsi, Bogor.

    " Ada sekitar 400 lebih rumah di perumahan Vila Nusa Indah banjir selutut orang dewasa," kata Itoy salah satu warga Perumahan Vila Nusa Indah, Sabtu dini hari (13/2/2010).



    Bekasi - Sedikitnya enam kawasan perumahan yang berlokasi di bantaran Kali Bekasi, Jawa Barat, terkena banjir rata-rata setinggi satu meter akibat air kiriman dari wilayah Bogor.

    Kepala Bidang Tata Air Dinas Bina Marga Kota Bekasi, Yusrizal, kepada ANTARA, di Bekasi, Sabtu mengatakan genangan air dialami ribuan Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Jati Asih. Diantaranya, Perumahan Villa Nusa Indah, Pondok Mitra Lestari, Kemang Ivy, Pondok Gede Permai, dan Jaka Sampurna.



    Bekasi - Mobil rental yang disewakan karap dijadikan untuk aksi kejahatan atau pun digadaikan. Baru-baru ini aksi kejahatan seperti itu diungkap petugas Polsek Bekasi Utara. Tiga mobil rental berhasil diselamatkan dari penjahat.

    Mobil-mobil yang diselamatkan itu Avanza hitam B 1091 DG, Daihatsu Xenia B 8025 EO dan Avanza hijau B 1032 WVA. Mobil tersebut sudah akan diganti kunci di bilangan Karawang, Pekayon dan Bekasi Utara. Pelakunya masih buron kecuali Toyota Avanza hijau pelakunya Hermanto dan Robi yang sudah ditangkap saat akan melakukan pembobolan rumah di Perum Duta Indah.



    Bekasi - Pembongkaran ratusan rumah permanen tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sepanjang jalan Kalimalang dari Tegal Danas, Cikarang Pusat hingga Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi dibongkar secara paksa aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, Kamis (11/2) nyaris ricuh. Warga yang terkena pembongkaran memilih mempertahankan rumah mereka.

    Mereka menghadang alat berat milik Satpol PP ketika rumah mereka akan dirubuhkan. Namun, ketika Satpol PP berdialog dengan warga, mereka mau membereskan perabotan mereka dan merelakan rumahnya diruntuhkan dengan alat berat.



    Bekasi - Lama tak terdengar, flu burung kembali memakan korban. Di awal 2010 ini, seorang wanita berusia 25 tahun meninggal dunia akibat keganasan virus tersebut.

    "Inisialnya NL. Dia tertular dari unggas yang juga positif flu burung," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama pada detikcom, Kamis (11/2/2010).



    Bekasi - Ini imbauan bagi Anda para pegawai negeri yang suka merokok. Sebaiknya mulai saat ini, Anda tengok kanan kiri dulu sebelum merokok karena salah-salah, rokok yang Anda isap akan membawa petaka di pekerjaan.

    Seperti yang dialami enam PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat ini. Gara-gara merokok di kantor, mereka dikenai sanksi mutasi.



    Bekasi - Polisi menangkap tiga pengedar narkotika di wilayah Bekasi, sepanjang Sabtu (6/2). Ketiganya ditangkap ketika bertransaksi dengan polisi yang berpura-pura sebagai pembeli.

    Pelaku bernama Suwarno (50 tahun) dan Suhaemi (45 tahun) ditangkap oleh polisi yang menyamar di Jalan Sultan Hasanudin, Tambun, Bekasi. Dari tangan pelaku disita dua paket sabu seberat 2,7 gram.



    Bekasi - Pengelolaan limbah rumah sakit swasta dan negeri di Kota Bekasi, Jawa Barat, buruk. Empat dari delapan rumah sakit yang diperiksa Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), membuang limbahnya ke sungai. "Menimbulkan pencemaran lingkungan sekitar," kata Dudy Setiabudhi, kepala BPLH Bekasi, kepada Tempo, Ahad (7/2).

    Indikator pencemaran rumah sakit terdapat pada kandungan limbah cair yang dibuang. Hasil uji laboratorium BPLH, menemukan kandungan BOD, COD, dan sulfat melebihi batas baku mutu. Limbah yang dibuang seperti, bekas infus, sisa cairan suntik, dan air bekas pencucian pasien.



    Bekasi - Polres Metro Kota Bekasi Jabar, melakukan razia terhadap agen penjualan dan tempat isi ulang gas di daerah itu setelah terjadi dua kali ledakan tabung gas dalam waktu dua pekan terakhir.

    Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Imam Soegianto di Bekasi, Sabtu, mengatakan, telah memerintahkan aparat Polres bersama aparat Polsek mendata agen penjualan dan pengisian tabung gas sekaligus meneliti izin serta kemungkinan ada perbuatan pidana di dalamnya.



    Bekasi - Sekitar 200-an orang tak dikenal berorasi di depan gedung yang tengah dipergunakan sebagai tempat beribadah jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur, Jalan Puyuh Raya No. 14, Pondok Timur Indah, Bekasi Timur, Minggu (7/2). Massa tak dikenal mendesak agar gedung tersebut dikembalikan ke fungsi semula, yakni rumah tinggal.

    Sekitar pukul 06.15 WIB, massa dengan berkendara sepeda motor dan berjalan kaki mendatangi rumah milik Olo Samosir. "Ketika itu, kami sedang beribadah," terang Pendeta Luspita Simanjuntak di Bekasi, Minggu. Ibadah pagi di HKBP Pondok Timur dimulai dari pukul 06.00 hingga pukul 07.30. Ibadah siang di HKBP Pondok Timur dimulai dari pukul 10.00 hingga 11.30.

    Saat ibadah tengah berlangsung, di luar halaman, massa berorasi meminta agar penggunaan rumah sebagai tempat ibadah dihentikan. Jemaat yang tengah beribadah pada awalnya tidak menghiraukan teriakan massa. Namun, sekitar pukul 07.10, Pendeta Luspita meninggalkan ruang peribadatan dan menemui perwakilan massa yang berjumlah tiga orang.

    Dalam dialog itu, massa menuntut agar rumah tersebut dikembalikan sebagai rumah tinggal. "Menanggapi hal tersebut, saya menyatakan kami akan pindah setelah mendapatkan bangunan permanen," terangnya. Tapi, massa tetap berkeras menuntut agar rumah milik Olo Samosir tidak dipergunakan sebagai tempat ibadah. Dialog pun berakhir buntu. Sekitar pukul 09.00, massa pun membubarkan diri. Setelah massa pergi, pukul 10.00, jemaat HKBP melakukan ibadah siang.
    Setelah itu, pihak pemerintah, mulai dari lurah hingga camat, mendatangi lokasi. "Tapi, sama sekali tidak ada solusi. Kita masih menunggu tanggapan wali kota," ungkap Luspita.

    Luspita mengakui bahwa tempat ibadah yang dipergunakan di Jalan Puyuh Raya merupakan rumah tinggal milik Olo Samosir. Sudah selama tiga tahun jemaat HKBP Pondok Timur yang berjumlah sekitar 300 kepala keluarga beribadah di rumah tersebut. Adapun HKBP Pondok Timur sudah berdiri sejak 19 tahun lalu.

    Luspita berkisah, selama 15 tahun jemaat beribadah secara berpindah. "Kami belum mendapatkan tempat yang tetap," terangnya. Namun, pada 2004, HKBP Pondok Timur sudah membeli tanah seluas 2.000 meter persegi di Kampung Ciketing. Lokasi tersebut berada sekitar satu kilometer dari Jalan Puyuh Raya.

    Pembangunan gereja pun dilakukan di lokasi Kampung Ciketing. Namun, mendadak massa tak dikenal menempati bangunan tersebut hingga jemaat tidak bisa beribadah. "Dan pada tahun itu juga gereja kami dirubuhkan oleh orang tak dikenal," terang Luspita. Insiden perubuhan gereja itu sama sekali tidak mendapat tanggapan dari pihak pemerintahan kotamadya dan kepolisian. (Temp)



    Bekasi - Angka kematian bayi di Kota Bekasi masih tinggi, mencapai 37 bayi dari setiap 1.000 bayi yang lahir. Sebagian meninggal dunia saat masih dalam kandung, dan sebagian meninggal setelah lahir.

    Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi Anthony D Tulak, mengatakan, risiko kematian bayi terjadi karena kelalaian orang tua. "Juga karena faktor orang tua," kata Anthony kepada Tempo, Selasa (2/2).

    Kasus kematian bayi biasanya terjadi pada ibu hamil yang tidak memeriksakan kesehatannya ke dokter. Padahal, kata Anthony, ibu tersebut memiliki sakit hipertensi, anemia gizi, paru-paru, dan sakit jantung.

    Anthony mencontohkan, seorang ibu hamil yang menderita sakit paru-paru berakibat fatal pada bayi. Efeknya, suplai udara atau pernafasan ke cabang bayi tersumban sehingga menyebabkan kematian saat dalam kandungan.

    Menurut dia, angka kasus di Kota Bekasi ini masih melebihi toleransi Departemen Kesehatan. Kasus kematian tertinggi setiap kota/kabupaten, maksimum 35 dari setiap 1.000 bayi.

    Dia menjelaskan, langkah yang ditempuh untuk mengurangi tingginya angka kematian bayi ini melakukan kegiatan edukatif atau memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu hamil supaya rutin mengecek kondisi kesehatannya. (Temp)



    Bekasi - Sebanyak 199 rumah di Kampung Cibitung, Pedurenan, Kota Bekasi, Jabar, Selasa pukul 16.05 WIB, rusak akibat terjangan angin puting beliung, namun tidak ada korban jiwa.

    Seorang warga RW 6 Kampung Cibitung, Pedurenan, kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Adil (34), mengatakan, angin puting beliung terjadi saat hujan deras disertai petir mulai agak reda.

    "Suara angin terdengar cukup keras layaknya bunyi gasing. Atap dan pohon yang terkena hantamannya langsung tumbang. Beberapa warga yang melihat gejala alam tersebut merasa ketakutan, bahkan sebagian warga keluar rumah," katanya.

    Adil sendiri mengaku rumahnya yang cukup kokoh temboknya aman dari terjangan angin, namun hampir seluruh atap rumah berterbangan hingga air hujan masuk ke dalam rumah.

    "Malam ini saya terpaksa mengungsi ke rumah saudara setelah barang-barang dibenahi dan rumah dikunci. Kalau hujan turun lagi, saya akan basah kuyup bila bertahan di rumah," ujar pegawai sebuah perusahaan swasta di daerah Kebayoran Baru Jakarta itu.

    Di sekitar rumahnya ada belasan keluarga lain yang mengalami nasib serupa, bahkan ada rumah yang tertimpa pohon.

    Camat Mustika Jaya, Junaidi, mengatakan, dari 199 rumah itu terdapat lima rumah di antaranya yang rusak berat, sedangkan rumah lainnya rusak sedang dan ringan.

    Ia menyatakan tidak ada warga yang menjadi korban akibat serbuan angin tersebut, namun beberapa pohon tumbang hingga akar-akarnya.

    "Kita masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah kerusakan rumah, sekaligus memberikan bantuan makanan," ujarnya.

    Rumah yang terkena angin terbanyak berada di RW6, RW1, RW3, RW4, RW5 dan RW10.

    Ia telah menyarankan warga yang terkena musibah untuk menumpang dulu ke rumah tetangga atau saudara. Beberapa warga terlihat masih mengumpulkan barang-barangnya dan bahan bangunan yang terlepas akibat angin.

    "Warga diminta untuk ihlas dan bersabar dengan musibah tersebut. Nantinya pemerintah akan memberikan bantuan," ujarnya. (Ant)



    Melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor : 01 Tahun 1998 disahkanlah lambang daerah Kota Bekasi. Lambang tersebut berbentuk perisai dengan warna dasar hijau muda dan biru langit yang berarti harapan masa depan dan keluasan wawasan serta jernih pikiran. Sesanti " KOTA PATRIOT " artinya adalah semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa.


    Di dalam Lambang Daerah tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut :

    a. Bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dengan kokoh mempunyai 2 (dua) makna :

    • Melambangkan hubungan vertikal Mahluk dengan Khaliknya (Manusia dengan Tuhannya) yang mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius.
    • Melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasidalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa dan Negara yang tidak kenal menyerah sehingga Bekasi menyandang predikat sebagai Kota Patriot.

    b. Perisai segi lima melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Bekasi dalam menghadapi segala macam ancaman, gangguan, halangan dan tantangan yang datang dari manapun juga terhadap kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

    c. Segi empat melambangkan Prasasti Perjuangan Kerawang Bekasi.

    d. Pilar Batas Wilayah.

    e. Padi dan Buah-buahan melambangkan jumlah Kecamatan dan Kelurahan / Desa pada saat membentuk Kota Bekasi.

    • Buah-buahan berjumlah 7 (tujuh) besar dan 1 (satu) kecil melambangkan 7 Kecamatan ; Pondok Gede, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara serta 1 Kecamatan Pembantu ; Jati Sampurna.
    • Padi berjumlah 50 (lima puluh) butir melambangkan 50 Kelurahan / Desa.

    f. Tali Simpul berjumlah 10 (sepuluh) yang mengikat ujung tangkai padi dan buah-buahan melambangkan tanggal Hari Jadi, 3 (tiga) buah Anak Tangga penyangga Bambu Runcing melambangkan bulan Hari Jadi Kota Bekasi.

    g. Dua baris Gelombang Laut atau Riak Air melambangkan dinamika Masyarakat dan Pemerintah Daerah yang tidak akan pernah berhenti membangun Daerah dan Bangsanya.

    Sedangkan warna-warna dalam Lambang Daerah mengandung makna sebagai berikut :

    • Kuning : Kemuliaan dan menunjukkan daerah Pemukiman.
    • Biru Langit : Keluasan wawasan dan kejernihan pikiran serta menunjukkan zone Industri.
    • Putih : Kesucian perjuangan.
    • Merah : Keberanian untuk berkorban serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura.
    • Hijau Muda: Harapan masa depan serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura
    • Hitam : Ketegaran patriot sejati.



    Daftar Nomor Telepon Darurat

    1. Ambulan - 118
    2. Polisi - 110
    3. Pemadam Kebakaran - 113
    4. SAR (Search and Rescue) - 115
    5. Gangguan Telepon - 117
    6. Gangguan Listrik - 123
    7. Palang Merah Indonesia - 021 4207051
    8. Penerangan HIV / AIDS - 163
    9. Informasi Pos dan Giro - 161
    10. Posko Bencana Alam - 129
    11. Telepon Darurat - 112

    Daftar Nomor Telepon Polisi

    1. Polres Kab. Bekasi — Jl. KH. Dewantara No. 1 — 021-89113533
    2. Polsek Tarumajaya — Jl. Raya Tarumajaya No. 3 — 021-88990277
    3. Polsek Babelan — Jl. Perjuangan — 021-8920012
    4. Polsek Tambun — Jl. Sultan Hasanudin No. 86 — 021-8802733
    5. Polsek Cibitung — Jl. Imam Bonjol — 021-8901150
    6. Polsek Tambelang — Jl. Raya Sukarapi — 021-89171110
    7. Polsek Setu — Jl. Suprapto No. 2 — 021-8250532
    8. Polsek Cikarang — Jl. Yos Soedarso — 021-8900871
    9. Polsek Lemah Abang — Jl. Raya Citarik No.1 — 021-89141940
    10. Polsek Kedung Waringin — Jl. Raya Bojongsari no. 51 — 021-89140153
    11. Polsek Sukatani — Jl. Raya Sukatani No. 2 — 021-8916075
    12. Polsek Cabang Bungin — Jl. Tapak Serang No. 17 — 021-89180203
    13. Polsek Pebayuran — Jl. Raya Pebayuran — 021-89150110
    14. Polsek Muara Gembong — Jl. Raya Muaragembong No. 10 — 021-89190074
    15. Polsek Serang — Jl. Raya Serang — 021-89952376
    16. Polsek Cibarusah — Jl. Raya Loji — 021-89952516

    Daftar Nomor Telepon Puskesmas

    1. Puskesmas Babelan I — Desa Babelan — 021-89132278 — Kecamatan Babelan
    2. Puskesmas Tarumajaya — Desa Tarumajaya — 021-88990252 — Kecamatan Tarumajaya
    3. Puskesmas Muara Gembong — Kampung Bombang RT 008 /002 — 021-89190008 — Kecamatan Muara Gembong
    4. Puskesmas Tambun — Desa Tambun — 021-8824627 — Kecamatan Tambun Selatan
    5. Puskesmas Mekarsari — Desa Mekarsari — 021-88334541 — Kecamatan Tambun Selatan
    6. Puskesmas Jati Mulya — Desa Jati Mulya — 021-82406904 — Kecamatan Tambun Selatan
    7. Puskesmas Sumber Jaya — Desa Sumberjaya — 021-88333948 — Kecamatan Tambun Selatan
    8. Puskesmas Mangunjaya — Desa Mangunjaya — 021-70605219 — Kecamatan Tambun Selatan
    9. Puskesmas Sri Amur — Desa Sri Amur — 021-8921985 — Kecamatan Tambun Utara
    10. Puskesmas Sukajaya — Desa Sukajaya — 021-89107119 — Kecamatan Cibitung
    11. Puskesmas Telaga Murni — Cikarang Barat — 021-89107679 — Kecamatan Cikarang Barat
    12. Puskesmas Danau Indah — Desa Mekarwangi — 021-82606127 — Kecamatan Cikarang Barat
    13. Puskesmas Lemah Abang — Cikarang Timur — 021-89140112 — Kecamatan Cikarang Timur
    14. Puskesmas Cikarang — Desa Karangasih — 021-89105705 — Kecamatan Cikarang Utara
    15. Puskesmas Mekar Mukti — Desa Cikarang Utara — 021-890043330 — Kecamatan Cikarang Utara
    16. Puskesmas Sukadami — Cikarang Selatan — 021-8971854 — Kecamatan Cikarang Selatan
    17. Puskesmas Tambelang — Desa Sukarapih — 021-89170323 — Kecamatan Tambelang
    18. Puskesmas Suka Tenang — Desa Suka Tenang — 021-9198228 — Kecamatan Sukawangi
    19. Puskesmas Kedung Waringin — Desa Kedung Waringin — 021-89141343 — Kecamatan Kedung Waringin
    20. Puskesmas Karang Sambung — Desa Karang Sambung — 021-89140708 — Kecamatan Kedung Waringin

    Daftar Nomor Telepon Rumah Sakit

    1. RSUD Kab. Bekasi — Jl. Teuku Umar Ds. Wanasari Cibitung — 021-8830152
    2. RS. Annisa — Jl. Cikarang Baru Lemah Abang — 021-8904163 – 3356
    3. RS. Harapan International — Jl. Kasuari Raya Kav 1A-B — 021-89840745
    4. RS. Bhakti Husada — Jl. By Pass Cikarang Bekasi — 021-89000530 – 531
    5. RS. Karya Medika I — Jl. Raya Imam Bonjol No. 9B Cikarang Barat — 021-89000191 – 190
    6. RS. Siloam Glene Eagles — Jl. M.H. Thamrin Kav. 105 Lippo Cikarang —021-8972027 — 021-89901088
    7. RSIA Karya Medika — Jl. Sultan Hasanuddin no. 63 Tambun Selatan -
    8. RS. Medika Cikarang — Jl. Raya Industri, Pasir Gombong Cikarang Utara — 021- 89044160
    9. RS. Genki Medika — Jl. Jababeka II A Blok T 6A Kawasan Industri Jababeka — 021-89831911
    10. RSIA Hosana Medika — Jl. Ruko Thamrin Lippo Blok C No.3 Cikarang Selatan — 021-8972472
    11. RSIA Amanda I — JL Raya Serang No. 83 Cikarang Selatan 17330 — 021-8971643
    12. RS. Kartika Husada — Jl. Raya Tambun – Tambelang Kp. Rukem Ds. Mangun Jaya Tambun Selatan — 021-88327281 — 021-9172736
    13. RS. Medirosa — Jl. Industri Tegal Gede Cikarang — 021-8937867
    14. RSB Permata Bunda — Perum Gramapuri Tamansari C1 No. 8-10 Wanasari – Cibitung — 021-88328001
    15. RB Amanda II — JL Raya Industri No. 36 Cikarang Utara — 021-8900277

    Daftar Nomor Telepon Klinik

    1. Klinik Adika — Jl. Jababeka Raya 16-X — 021-8936470
    2. Klinik Annisa Jl. Raya Cibarusah 52 — 021-8970651
    3. Klinik Karya Medika 5 — Jl. Jababeka II Ruko Harco Teknik BI A/1 —021-8937780
    4. Klinik & Rumah Bersalin Setia — Jl. Raya Serang-Cibarusah 41 — 021-8971240
    5. Klinik Citra Medika — Jl. Niaga Raya Kawasan Industri Jababeka II BI 2-B — 021-89831945
    6. Klinik Harapan Sehat — Pasar Cibitung 33 — 021-88336674
    7. Klinik Hosana Medika II — Kawasan Lippo City BI C/3 — 021-8977941
    8. Klinik Hosana Medika III — Jl. Teuku Umar 19 — 021-88338414
    9. Klinik Karya Medika — Kawasan Industri Jababeka BI A/1 — 021-89832569
    10. Klinik Wahyu — Jl. Raya Industri BI B/12 — 021-89835729
    11. Klinik Wahyu — Jl. Raya Setu 39 — 021-8250264
    12. Klinik Pelayanan Kesehatan St. Carolus — Kawasan Industri Jababeka BI C/15J — 021-8935039

    Daftar Nomor Telepon PLN

    1. PLN Jababeka — Kawasan Industri Jababeka Bl P/4 — 021-8935391
    2. PLN Lippo Cikarang — Komp Industri Lippocity Bl D — 021-89901733
    3. PLN Ds Segara Jaya — Ds Segara Jaya — 021-88990054
    4. PLN Ds Segara Jaya Tarumajaya — Ds Segara Jaya Tarumajaya — 021-88991160
    5. PLN Cikarang Baru — Jl. Cikarang Baru Raya Bl 2-A/160 — 021-89108282
    6. PLN Cibitung — Jl. Imam Bonjol RT 003/01 — 021-88375540
    7. PLN Kaliabang — Jl. Kaliabang — 021-88951668
    8. PLN Muara Tawar — Jl. Muara Tawar — 021-88990564
    9. PLN Babelan — Jl. Raya Babelan 2 — 021-89133541
    10. PLN Suka Resmi — Jl. Suka Resmi Raya 1 — 021-89906143
    11. PLN Tapak Serang — Jl. Tapak Serang RT 006/03 — 021-89180261
    12. PLN Taruma Jaya — Jl. Taruma Jaya — 021-88990111
    13. PLN Rengas — Kp Rengas — 021-89140594
    14. PLN Tambun — Ruko Plaza Metropolitan Bl A-1/21-22 — 021-88370068

    Daftar Nomor Telepon Pemadam Kebakaran

    1. Kantor Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Bekasi Jl. Sultan Hasanudin Tambun 021-88336732 – 33

    Daftar Nomor Telepon PDAM

    1. PDAM Kabupaten Bekasi Jl. Babelan Raya RT 003/02 — 021-8921938

    Daftar Nomor Telepon Jalan Tol

    1. TOL CIKAMPEK - 021-8226666
    2. LAYANAN SMS - - Ketik: INFOTOL Contoh: INFOTOL Cikarang Kirim ke 3422 untuk pengguna IM3 & Satelindo.
    3. Kantor Pusat - 021-8413630, 021-8413526

    Daftar Nomor Telepon Kantor Pajak

    1. Kantor Pelayanan Pajak Madya Bekasi Jl. MH. Thamrin Kav 107 Menara Pasifik Lt. 5-6 021-8973355
    2. Kantor Pelayanan Pajak Cikarang Satu Jl. Raya Tol Arteri Cibitung 1 021-88339637
    3. Kantor Pelayanan Pajak Cikarang Dua Jl. Ki Hajar Dewantara Kav 7 Jababeka Education Park 021-89113564
    4. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Jl. Sumatera D-5 Kawasan Industri MM 2100 021-89982663

    Daftar Nomor Telepon Kantor Pos

    1. Kedung Waringin Jl. Kedung Waringin 46 021-89143106
    2. Lippo Cikarang Jl. MH Thamrin 021-8972426
    3. Cibarusah Jl. Raya Cibarusah 021-8900027
    4. Sukatani Jl. Raya Sukatani 2 021-89161761
    5. Tambelang Jl. Tambelang 021-89170810
    6. Babelan Komp Babelan Mas Permai Bl A/377 021-89133325
    7. MM 2100 Cibitung Komp Industri MM 2100 021-89982640
    8. Pasar Lama Kp Pasar Lama RT 004/02 021-89950897
    9. Tapak Serang Kp Tapak Serang RT 001/01 021-89180521

    Daftar Nomor Telepon Bank

    1. Bank Jabar Banten www.bankjabar.co.id 14049
    2. Bank Central Asia (BCA) www.klikbca.com 500888
    3. Bank Tabungan Negara (BTN) www.btn.co.id 021-265 33555
    4. OCBC NISP www.ocbcnisp.com 500-999
    5. Bank Negara Indonesia (BNI) www.bni.co.id 021-5789 9999
    6. Bank Mandiri www.bankmandiri.co.id 14000
    7. Bank Danamon www.danamon.co.id 67777
    8. Bank Buana www.uobbuana.com 14008
    9. Bank Commonwealth www.commbank.co.id 021-7917 6000
    10. Bank Rakyat Indonesia (BRI) www.bri.co.id 14017
    11. CIMB NIAGA www.cimbniaga.com 14041
    12. Citibank www.citibank.co.id 69999
    13. Bank Bukopin www.bukopin.co.id 14005



    Bekasi - Pelaku pembakar mertuanya, Kusheri, 30 tahun, diancam hukuman mati. Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis yakni pasal 340 Jo 187 KUHP, tentang pembunuhan berencana dan pembakaran menyebabkan luka atau kematian.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolsian Resor Kota Metropolitan Bekasi, Komisaris Budi Sartono mengatakan tersangka terbukti merencanakan pembunuhan. "Dia telah menyiapkan bensin untuk membakar kedua mertuanya," kata Budi, Senin (1/2).

    Kamis dini hari pekan lalu, tersangka mendatangi rumah mertuanya di jalan Raflesia 4 RT 04/ RW 08, Kampung Perwirasari, Bekasi Utara. Pelaku masuk ke kamar mertunya, lalu menyiramkan bensin ke badan Imanudin, 60 tahun, dan Waslah, 55 tahun, yang sedang tertidur.

    Waslah tewas di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi, sementara Imanudin dirujuk ke RSCM, Jakarta Pusat karena luka bakar serius. Menurut Budi, tersangka diringkus dua hari setelah kejadian di Cilegon, Banten. "Dia bersembunyi di rumah salah seorang saudaranya," kata dia.

    Tersangka Kusheri mengatakan nekat membunuh mertuanya karena tidak diizinkan menemui istri dan anaknya. Sejak empat tahun lalu, kata Kusheri, kedua mertuanya telah tiga kali memisahkan dia dari istrinya Nurleli, 25 tahun. Kusheri tidak punya penghasilan tetap karena hanya menjadi pengamen di terminal Bekasi.

    Dia pun menderita sakit kusta sehingga mertuanya menjadi jijik. "Saya minta istri dan anak saya dikembalikan tapi tidak mau, lalu saya bakar," kata Kusheri, saat digelandang polisi. (Temp)



    Bekasi - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Jawa Barat, merawat delapan pasien positif AIDS. Mereka adalah empat pria dewasa, tiga wanita dewasa, dan seorang anak berusia tiga tahun.

    Wakil Direktur Pelayanan RSUD Anthony D Tulak mengatakan, kondisi pasien sudah parah. Mereka terserang infeksi oportunity virus, paling banyak menderita tuberkulosis (TB) dan nemonia atau radang paru-paru. "Bobot tubuh mereka turun drastis," kata Anthony kepada Tempo, Senin (1/2).

    Perawatan yang diberikan terhadap ke delapan pasien sesuai dengan infeksi oportunity yang menyerang, jika menderita TB maka diberi obat TB. Di samping itu, tim medis juga memberikan tambahan asupan gizi, dan obat antiretroviral (ARV) untuk mencegah virus dalam tubuh berkembang lebih pesat.

    Menurut Anthony, dari delapan pasien AIDS itu, lima di antaranya terinfeksi dari pemakaian jarum suntik narkoba secara bergantian. Dua orang dari hubungan seksual bebas, dan seorang anak tertular dari orang tuanya. (Temp)



    Bekasi - 200 ribu warga miskin Kota Bekasi, Jawa Barat, berobat gratis setiap tahun. Dana pembiayaan didapat dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat dengan jumlah anggaran yang terserap sekitar Rp 12 miliar.

    Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kelas II nonpendidikan Kota Bekasi dr Muhammad Iman, mengatakan jumlah pasien miskin tanggungan pemerintah pusat atau masuk dalam program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) ada 150 ribu orang. Sisanya 50 ribu pasien atau masuk dalam jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

    Pada 2009 lalu, dana pusat yang diserap untuk Jamkesmas sekitar Rp 5 miliar. Mekanisme pembiayaan dilakukan rumah sakit dengan melakukan penagihan lewat PT Asuransi Kesehatan. Sementara Jamkesda yang terserap mencapai Rp 7 miliar, penagihan lewat Dinas Kesehatan setempat.

    Pada 2010 ini, Pemerintah Kota Bekasi menyediakan anggaran Rp 10 miliar untuk pembiayaan Jamkesda. "Pembiayaan berobat gratis itu bisa untuk sakit ringan sampai sakit berat yang membutuhkan operasi besar seperti cuci darah," kata Muhammad kepada wartawan di kantornya, Senin (1/2).

    Menurut Muhammad, Rumah Sakit Kota Bekasi juga menerima pasien miskin dari wilayah Kabupaten Bekasi. Total pembiayaan untuk warga dari wilayah itu mencapai Rp 1 miliar per tahun.

    Menurut Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi, pasien miskin Kabupaten Bekasi diterima berobat gratis karena telah ada kerjasama sejak tiga tahun lalu. "Setiap awal tahun Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pembayaran di muka untuk berobat warganya sampai Rp 1 miliar," kata dia.

    RSUD Kota Bekasi paling banyak melakukan operasi bedah mengalahkan rumah sakit di Jakarta. Dalam sebulan, kegiatan operasi mencapai 600-700 kasus, seperti operasi melahirkan, usus buntu, dan patah tulang.

    Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad mengatakan masih banyak warganya yang miskin dan belum masuk daftar penerima jaminan kesehatan. Dia menjanjikan segera menerjunkan 974 tenaga medis untuk melakukan penyaringan warga miskin yang layak menerima jaminan kesehatan gratis.

    "Salah satu indikator miskin adalah penghasilan sehari-harinya tidak cukup untuk kebutuhan makan yang layak," kata dia. Sayangnya, Mochtar tidak menyebutkan angka pasti jumlah warga miskin yang layak mendapatkan pengobatan gratis di wilayahnya. (Temp)



    Bekasi - Polisi dari Polres Metro Bekasi Kabupaten mengamankan tiga dari 10 perampok toko emas Kings di Pasar Pamor Bekas pada 25 Januari lalu. Alhasil, tujuh orang perampok lainnya kini masih berstatus buron.

    “Tiga tersangka berinisial AT, TL dan MS. Mereka ditangkap di luar pulau Jawa,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Harry Wibowo, seperti dikutip situs Humas Polda Metro Jakarta, Senin (01/02/2010).

    Harry menjelaskan, para tersangka ditangkap berkat hasil olah tempat kejadian perkara (Olah TKP).

    “Di lokasi, petugas menemukan sidik jadi pelaku yang identik dengan data yang telah dimiliki, dan salah satu pelaku adalah residivis dalam kasus serupa,” tandasnya.

    Seperti diberitakan, sekira pukul 10.15 WIB, toko Emas Kings di Pasar Pamor Blok F1 No. 2 Rt. 01/01 Kelurahan Wanasari Cibitung, Kabupaten Bekasi, di rampok oleh 10 orang.

    Empat pelaku masuk dengan melompati etalase toko langsung menyergap pemilik, Lim Sun Po (37) dan enam karyawan toko. Usai merampok, para tersangka kabur dengan mengendarai lima sepeda motor. (Okz)



    Bekasi - Kecelakaan hebat terjadi di Gudang Seng, Jalan Kalimalang sebelum SPBU baru, Bekasi, Senin (1/2/2010) sekitar pukul 05.00 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Tiger B 6645 UGT dengan truk tanah B 9496 FU.

    Diduga akibat benturan keras, pengendara sepeda motor mengalami luka parah. Oleh petugas, korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Harum, Bekasi.

    Petugas mengalami kesulitan saat mengevakuasi sepeda motor tersebut karena bagian depan terjepit roda bagian belakang truk. Petugas dibantu warga sekitar berusaha untuk menarik sepeda motor, namun baru berhasil sekitar 45 menit kemudian.

    "Diduga pengendara sepeda motor mengantuk sehingga tidak berhati-hati dan menabrak truk tanah yang sedang parkir," ujar petugas.

    Akibat kecelakaan tersebut arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju ke arah Cawang ekor kepadatan dilaporkan sempat sampai lampu merah Pangkalan Jati. Namun setelah petugas berhasil mengevakuasi sepeda motor, arus lalu lintas normal kembali.



    Bekasi - Andi Susanto, pria yang menjadi korban rokok meledak mengaku telah diberikan bantuan uang sebesar Rp5 juta untuk biaya pengobatan dari pihak Clas Mild.


    “Perwakilan rokok Clas Mild sudah datang dan memberikan bantuan uang sebesar Rp5 juta untuk pengobatan,” ujar Andi saat ditemui di RS Adam Thalib Cibitung, Kabupaten Bekasi, Senin (1/2/2010).

    Sampai saat, Andi masih dirawat di rumah sakit. Namun kondisinya saat ini sudah mulai membaik, dia sudah bisa makan dan minum meski masih dibantu keluarga dengan cara disuapkan.

    Tak hanya itu, perusahan berjanji akan terus memberi bantuan hingga Andi sembuh. Bahkan rencananya hari ini pihak perusahan akan membawa keluarga korban ke kantor pusat Clas Mild di Jakarta.

    Andi yang merupakan warga Jalan Mawar VII, Blok D7, Pondok Tanah Mas, Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi dirawat di rumah sakita lantaran luka ledak yang dialami.

    Menurut keterangan kakak korban, Winda, korban membeli rokok sebungkus untuk dihisap. Pertama kali menghisap rokok di rumah, tidak terjadi ledakan pada rokok. Namun, saat menghisap rokok kembali sambil berjalan, tiba-tiba rokok tersebut meledak.



    Bekasi - Jalan Inspeksi Kali Malang yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, rusak berat sepanjang 5 kilometer. Titik kerusakan membentang mulai dari Kecamatan Cibitung sampai Cikarang Barat. Bahkan beberapa bagian tidak lagi beraspal dan menjadi kubangan air pada musim hujan kali ini.

    Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana mengatakan perbaikan jalan Inspeksi Kali Malang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. "Tetapi kami belum punya anggaran perbaikan," kata Darip, kepada Tempo, Ahad (31/1).

    Darip meminta warga bersabar. Dia memastikan bantuan dana dari Provinsi Jawa Barat cair pada anggaran tahun ini. "Lelang proyek dan pengerjaan jalan bisa dilaksanakan pertengahan tahun," kata dia.

    Dari pantauan Tempo, ruas jalan Ispeksi Kali Malang rusak karena banyak dilalui kendaraan berat milik industri. Masalah lain, struktur tanah labil berada persis di samping kali.

    Beberapa bagian jalan bahkan longsor, dan sebagian lagi aspalnya bergelombang. Kubangan jalan saling menyambung ketika musim hujan tampak seperti kolam ikan lele.

    Seorang pengguna jalan, Ichman Hasani, mengeluh namun tidak punya pilihan jalur lain setiap pulang pergi dari kantor pemerintah daerah Kabupaten Bekasi di Kawasan Deltamas ke Kota Bekasi. "Jalur ini paling dekat tapi rusaknya parah," kata dia. "Kalau lewat pasti becek."

    Sementara itu, Kawasan Lippo Cikarang akan membuka akses tol Jakarta-Cikampek di Kilometer (Km) 34.700. Saat ini, pengelola kawasan telah mendapat gambar/ desain pintu tol dari Departemen Pekerjaan Umum dan PT Jasa Marga.

    Dengan dibukanya tol Lippo itu, akses langsung dari kawasan industri masuk tol Jakarta- Cikampek bertambah. Sebelumnya, kawasan Deltamas, dan Grand Wisata telah lebih dulu memiliki akses tol sendiri.

    Selain itu, pembangunan jalan antarkawasan terus didorong. Bagian yang sedang dikerjakan adalah, jalan antara Lippo Cikarang dengan MM2100 sepanjang 1,5 kilometer. (Temp)



    Bekasi - Setelah buron satu pekan lebih, Kusheri alias Erik (45), akhirnya ditangkap polisi. Erik ditangkap karena melakukan pembakaran terhadap mertuanya, Wasla (45) hingga tewas.

    “Pelaku sudah kita tangkap di Cilegon, Sabtu kemarin. Di rumah saudaranya,” kata Kapolres Bekasi Kota, Ajun Komisaris Besar Imam Sugianto kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).

    Imam mengatakan, motif pembakaran yang dilakukannya lantaran sakit hati. Desakan korban terhadap istrinya, Nurleli (18) agar cerai dengannya, membuat Erik geram.

    “Dan memang pernikahannya juga tidak direstui korban,” jelasnya.

    Kini, Erik mendekam di Polres Bekasi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Erik dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo Pasal 351 ayat (3) tentang perbuatan yang menyebabkan orang lain terluka dan Pasal 187 KUHP tentang pembakaran.

    “Ditetapkan pasal pembunuhan berencana karena dia sudah menyediakan bensin sebelumnya untuk membakar korban,” tuturnya.

    Kamis, 28 Januari dini hari lalu, Erik menyiramkan bensin ke tubuh mertuanya, Wasla dan langsung dibakarnya saat korban tertidur pulas. Akibatnya, Wasla mengalami luka bakar cukup parah. Wasla kemudian meninggal dunia setelah beberapa jam dirawat di RSUD Kota Bekasi.



    Bekasi - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi meringkus 63 orang tersangka kasus narkoba, sepanjang Januari tahun ini. Jumlah barang bukti yang disita sebanyak 83 kilogram ganja kering dan 9 gram sabu.

    Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Komisaris Besar Imam Sugianto, mengatakan tersangka berikut barang bukti diungkap dari 52 kali operasi polisi.

    Sebagian tersangka, kata Imam, berdomisili di wilayah lain namun mengedarkan narkoba di Kota Bekasi.

    Kasus terakhir dan barang buktinya paling banyak adalah Ib alias Adi, ditangkap pada 21 Januari lalu di pintu tol keluar Kranggan, Pondok Gede, saat menawarkan dua kilogram ganja kering kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.

    Di rumahnya Kampung Sida Mukti, Suka Maju, Depok, polisi menemukan 83 kilogram ganja kering. "Melihat banyaknya jumlah kasus mengindikasikan kalau Kota Bekasi merupakan sasaran perdagangan narkoba," kata dia, Ahad (31/1). (Temp)


Top