Catatan :
Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Rumah Penyidik KPK Diteror Bom

Bekasi - Rumah milik salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Perumahan Mediterania Regensi, Jalan Anggrek blok A, RT 04/16 Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendapatkan ancaman teror bom, sekira pukul 23.00 WIB.

Benda diduga bom itu berbentuk sebuah bungkusan kotak sterefoam dilapisi dengan dengan lakban hitam dengan rangkaian kabel, yang diletakkan di depan gerbang rumah.

Menurut Wakapolresta Bekasi Kota, AKBP Asep Edi Suheri, pihaknya mendapatkan laporan dari pemilik rumah berinisial A yang langsung ditindaklanjuti oleh anggota untuk mensterilkan lokasi.

"Kami pasang garis polisi guna menjaga kemungkinan berbahaya, karena laporan yang kami terima adalah bom," kata Asep di lokasi, Senin (06/07/2015).

Selanjutnya, dari laporan yang diterima pihaknya pun menindaklanjuti lagi dengan berkoordinasi dengan Gegana Polri, yang langsung datang ke lokasi untuk mengecek paket tersebut.

"Sudah dicek tidak ada unsur ledakan dari paket itu. Hanya rangkaian saja yang mirip dengan bom, jadi ini hanya teror saja," sambungnya.

Diakui Asep, rumah yang diteror memang merupakan rumah milik penyidik KPK dan sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus teror tersebut.

"Kita akan dalami dan selidiki pelakunya. Dengan meminta keterangan dari korban,"katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, pihak Kepolisian Polsek Bekasi Selatan, Polresta Bekasi Kota dan tim Gegana masih berada di lokasi setelah proses olah TKP dan identifikasi.



Penulis: Awl
Sumber: Okezone

Grand Opening, Harris Hotel Summarecon Bekasi Sediakan 332 Kamar

Bekasi - Tauzia Hotel Management bersama PT Summarecon Hotelindo melakukan pembukaan properti terbaru dan pertama di Bekasi, Harris Hotel & Convention Bekasi, Kamis (21/5).

Hotel yang menawarkan 332 kamar dan suites ini dirancang akan menjadi trendsetter di Bekasi. Hal itu diungkapkan Direktur penjualan dan Pemasaran Tauzia, Yusuf Ijsseldijk saat grand launching.

“Berlokasi di area New Modern City Summarecon Bekasi dengan akses langsung menuju Summarecon Mal Bekasi, Harris hotel akan menjadi tempat udeal tamu wisata maupun bisnis lokal dan mancanegara,” kata dia.

“Ditambah lagi, semua tamu akan memiliki akses gratis untuk koneksi WiFi di semua area hotel,” tambahnya lagi.

Acara grand launching tersebut, dihadiri juga oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Haris hotel & Convention Bekasi memiliki ketinggian 17 lantai dan satu lantai basement. “Ini melengkapi fasilitas lainnya yang telah ada di Summarecon, seperti Summarecon Mal, Food city, Pasar Modern Sinpansa, Pusat otomotif AXC, dan gedung perkantoran plaza Summarecon Bekasi,” ungkap Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi.

“Founder kami sudah melihat potensi bekasi.  Dengan alasan itu kami akhirnya membuat pusat kota baru di kota Bekasi. Kota summarecon Bekasi akan dikembangkan srbagai kota modern. Dgn adanya hunian hotel, apartement dan mall, kota bekasi bisa menjadi kota yg modern dengan fasilitas yg memadai.” Tutup Adrianto.



Penulis:Sel
Sumber:InfoBekasi

Pindah Ke Mabes Polri, Kombes Rudi: Terima Kasih Bekasi !

Bekasi - Perpisahan Kombes Polisi Rudi Setiawan, Kapolres Kota Bekasi yang kini ditarik ke mabes Polri malam ini di Hotel Horison cukup mengharukan bagi undangan yang hadir (22/05).

Walikota Bekasi bersama Wakil Walikota dan sejumlah anggota DPRD turut hadir dalam malam Pisah-Sambut Kapolresta dari Kombes Polisi Rudi Setiawan ke Kombes Polisi Daniel Bolly Hyronimus. Selanjutnya Rudi akan mengisi posisi di Mabes Polri.

Kombes Rudi menyambangi seluruh undangan yang hadir malam ini sebagai rasa terima kasihnya kepada seluruh warga Bekasi. Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Kapolresta yang baru adalah Guru saya, jadi yang namanya Guru lebih baik dari saya,” ucap Rudi kepada yang hadir.

Kombes Rudi mengakhiri sambutannya yang singkat dengan menghibur undangan yang hadir, dengan sebuah lagu yang dinyanyikannya sendiri.


Penulis: DNS
Sumber:Bekasimedia

Beras Plastik Diduga Dipasok dari Agen Duren Jaya

Bekasi - Beras plastik yang beredar di Kota Bekasi, Jawa Barat diduga dipasok dari agen Duren Jaya, Bekasi Timur. Namun, beras sintetis itu didatangkan dari Karawang, Jawa Barat.

"Saat ini kami menunggu hasil uji laboratorium untuk bisa mengambil kesimpulan," ujar Kabid Perdagangan, Disperindagkop Kota Bekasi, Herbet Panjaitan di Bekasi, Rabu 20 Mei 2015.

Terpisah, Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Rudi Setiawan menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasil penyelidikan kasus tersebut. Karena, penyidik masih menunggu hasil penelitian di Laboratorium Mabes Polri. "Masih menunggu hasil laboratoriumnya," katanya.

Dalam pengungkapan beras plastik di Bekasi, kata dia, pihaknya dibantu Polda Metro Jaya, dan Kementrian Perdagangan. Bahkan, baru dua orang yang diperiksa perihal kasus tersebut.

Mereka adalah Dewi selaku konsumen, dan Sembiring pedagang beras. "Statusnya masih saksi," ungkapnya.


Penulis: Abdullah M Surjaya
Sumber:Sindo

Warga Bekasi Kembali Temukan Beras Plastik, Penjualnya Pedagang Keliling

Bekasi - Tampaknya, Bekasi adalah areal pemasaran beras plastik asal China, buktinya setelah penemuan di Pasar Mutiara Gading Timur kini muncul lagi pengakuan masyarakat yang mengatakan juga sudah membeli beras tersebut sejak beberapa waktu lalu.

"Beras yang saya masak beberapa bulan lalu memiliki ciri yang hampir sama dengan yang ada di Pasar Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustikajaya," kata warga Bekasi Timur, Baliarni (28), Rabu (20/5/2015).

"Karena bentuknya yang tidak karu-karuan nasi yang sudah menjadi beras tersebut akhirnya dibuang," kata Baliarni, warga Kampung Rawasemut RT7 RW11, Margahayu, Bekasi Timur, Bekasi, Rabu (20/5/2015).

Dijelaskan Barliana, nasi dari beras tersebut basah dan menggumpal layaknya nasi belum matang meski telah melalui proses pemasakan yang benar.

"Beras ini berbentuk utuh dan bening, aromanya hambar dan jika dimasukkan ke dalam air mengambang," katanya.

Saat itu Barliana mengira beras yang dibelinya dari pedagang keliling tersebut adalah beras oplosan dengan kualitas rendah.

"Saya baru sadar saat membaca berita di online dan nonton di tv ada beras sintesis yang cirinya mirip seperti beras yang pernah saya masak beberapa bulan lalu," katanya.

Berliana berharap pemerintah cepat tanggap terhadap persoalan ini, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Beras sintesis ini, sangat berbahaya bila dikonsumsi sebab memiliki kandungan plastik," katanya.


Penulis: Aldo
Sumber:Cakranews

Polisi Periksa Pemasok Beras Plastik di Bekasi

Bekasi - Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Bekasi Herbert Panjaitan mengatakan, pihaknya telah mendatangi pemasok beras toko Sembiring, yang diduga menjual beras plastik. Akan tetapi, toko tersebut sudah dalam keadaan tertutup.

"Temen kita udah kesana, namanya toko "Aldi". Tapi di sana udah ditutup," ujar Herbert di Pasar Mutiara Gading Timur, Rabu (20/5/2015).

Akan tetapi, Herbert mengatakan belum akan menelusuri lebih lanjut mengenai toko pemasok tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terhadap beras yang diduga bersintetis itu.

Jika beras tersebut terbukti memiliki campuran sintetis berbahaya, Toko Aldi baru akan ditelusuri. Herbert menjelaskan Toko Aldi sendiri merupakan toko tempat Sembiring membeli beras. Pemilik Toko Aldi yang memesan langsung beras tersebut dari distributor di Karawang.

Selain itu, Herbert juga menjelaskan bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Bekasi juga telah mengambil sampel beras dari tujuh pasar induk tradisional yang ada di Kota Bekasi. Beras-beras yang diambil secara acak tersebut akan diuji di dua laboratorium sekaligus.

"Kita untuk swastanya ada Sucufindo yang akan menguji. Kemudian akan diuji juga oleh BPOM," ujar Herbert.

Ketujuh pasar yang diambil sampel berasnya adalah Pasar Baru, Pasar Bantargebang, dua pasar di daerah Kranji, Pasar Bintara, Pasar Jatiasih, dan Pasar Jatisampurna. Herbert mengatakan pegawai-pegawai Disperindagkop masih berkeliling untuk mengumpulkan beras-beras tersebut.


Penulis: Jessi Carina
Sumber: Kompas

Bazda Bekasi Rehabilitasi Masjid dan Mushala

Bekasi - Badan Amil Zakat Daerah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan dana rehabilitasi sarana ibadah di wilayah setempat pada 2015 senilai total Rp180 juta. "Kali ini kita menyalurkan dana tersebut kepada 18 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) musala dan masjid di enam kecamatan," kata Ketua Bazda Kota Bekasi Paray Said di Bekasi, Rabu (1/4). 
 
Menurut dia, penyaluran dana tersebut merupakan tahap kedua sepanjang 2015 yang nilainya sama dengan penyaluran tahap pertama. "Dana tersebut dimanfaatkan bagi pembenahan sarana ibadah masing-masing Rp10 juta per tempat ibadah," katanya.

Menurut Paray, nominal itu mengalami peningkatan dari bantuan pada tahun 2014 sebesar Rp6 juta per tempat ibadah. Ia mengatakan, pihaknya membatasi penyaluran dana bantuan itu makasimal tiga tempat ibadah per kecamatan.

"Bagi DKM yang sudah pernah mendapatkan bantuan pada tahun pertama, tidak akan mendapatkan bantuan pada tahun berikutnya," ujarnya. Adapun penyaluran dana rehabilitasi tersebut sebelumnya telah melalui penyaringan berdasarkan tingkat kebutuhan.

"Seperti terdapat kerusakan ringan pada tempat ibadah tersebut, aktif salat berjamaah dan kegiatan, seperti majelis taklim dan TPA. Selain itu, harus bersedia membentuk unit pengumpul zakat," ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut di 12 kecamatan Kota Bekasi untuk menjangkau semua kebutuhan DKM terkait dengan rehabilitasi tempat ibadah. "Saya harap program ini bisa terus berlanjut dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.


Penulis: -
Sumber: Antara

 
Copyright © 2014 Bekasi Post.Com | Media Online Bekasi. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger