Diduga Transaksi Uang Palsu, Oknum TNI Ditangkap di Bekasi

 
Bekasi - Seorang oknum TNI Angkatan Darat ditangkap aparat gabungan polisi dan POMAD (Polisi Militer TNI Angkatan Darat) di Bekasi. Serka T ditangkap atas dugaan hendak bertransaksi penukaran uang palsu.

Kasubag Humas Polres Bekasi Kota Iptu Puji Astuti saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan oknum tersebut. "Betul. Tetapi pada saat penangkapan kita koordinasi dengan POM (Polisi Militer) dan yang bersangkutan langsung ditangani oleh POM," ujar Puji saat dihubungi detikcom, Rabu (16/5/2016).

Informasi yang diperoleh detikcom dari sumber terpercaya, peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/3) sekitar pukul 20.30 WIB di depan Restoran Nelayan Bandar Jakarta-Summarecon, Kota Bekasi.

Oknum tersebut bersama tiga orang lainnya kedapatan membawa sebuah tas yang berisi sejumlah uang palsu. Oknum dan tiga orang lainnya itu telah dibuntuti sebelumnya, karena polisi telah mendapat informasi akan adanya transaksi uang palsu di lokasi.

Polisi yang mengetahui adanya keterlibatan oknum tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak POM. Saat ini oknum tersebut masih diperiksa di Denpom Cijantung.


Sumber : Detik

Bekasi Jadi Tuan Rumah Hitung Mundur PON


Bekasi - Kota Bekasi, Jawa Barat, terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan seremonial hitung mundur 222 Hari Menuju Pekan Olahraga Nasional XIX Jabar 2016.

"Ribuan warga Kota Bekasi akan ikut menjadi saksi hitung mundur 222 hari menuju PON Jawa Barat 2016 pada Minggu (28/2) di Jalan Ahmad Yani," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya Kota Bekasi Encu Hermana di Bekasi, Kamis (25/2).

Menurut dia, terpilihnya Kota Bekasi sebagai tuan ruma kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya animo masyarakat sekitar yang rutin menghadiri kegiatan Hari Tanpa Kendaraan setiap Minggu pagi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Timur.

"Besar kemungkinan, tingginya animo warga Kota Bekasi meramaikan Hari Tanpa Kendaraan yang mendorong Pengurus Besar PON kemudian menunjuk Kota Bekasi sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara hitung mundur 222 Hari Menuju PON XIX Jabar 2016," katanya.

Menurut Encu, jauh hari sebelum penunjukan menjadi tuan rumah, pengurus PB PON sudah beberapa kali mengamati kegiatan Hari Tanpa Kendaraan di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi.

"Setiap Ahad pagi, Jalan Ahmad Yani memang menjadi salah satu magnet bagi warga Bekasi dan sekitarnya yang ingin berkegiatan di jalanan yang telah ditutup dari lalu lalang kendaraan bermotor sejak pukul 6.00 WIB sampai 9.00 WIB," katanya.

Di ruas Jalan Ahmad Yani mulai dari simpang Jalan Kayuringin hingga jembatan layang Noer Alie Summarecon, warga melakukan berbagai aktivitas pada kesempatan tersebut.

Seremonial hitung mundur, kata Encu, bukan hal yang sulit untuk dipersiapkan pihaknya.

"Kita akan pusatkan di depan Stadion Patriot yang merupakan salah satu venue cabang olahraga sepakbola pada PON XIX," katanya.

Selain menampilkan sejumlah atraksi seni dan olahraga, acara itu juga akan diramaikan kehadiran dua legenda olahraga Jabar, yakni mantan bek Persib Robby Darwis dan mantan atlet angkat besi asal Kota Bekasi Sodikin. "Keduanya akan memberikan serupa ,coaching clinic, olahraga masing-masing kepada warga yang hadir," ujarnya.




Sumber : Antara

Truk Ditabrak Kereta Senja Jurusan Yogyakarta di Bekasi

Bekasi - Sebuah kecelakan kereta api Senja Jogja tujuan Jogjakarta menabrak truk.

Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta rel listrik (KRL) di sekitar Petak, Tambun, Bekasi, Jumat (13/11/2015) malam.

Akun resmi TMC Polda Metro Jaya menyebut kecelakaan ini terjadi sekira pukul 19.50 WIB.

Dari foto yang diperoleh Tribunnews.com, moncong depan kereta rusak.

Demikian pula truknya rusak parah.

“Pukul 19.50 WIB, kecelakaan kereta dan truk boks di Petak, Bekasi, Tambun,” demikian akun TMC Polda Metro melaporkan.

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Informasi yang diperoleh, truk itu mengangkut air mineral.



Penulis: Mikael Niman/PCN
Sumber:Suara Pembaruan

Kebakaran Hebat di Dekat Ramayana Cikarang

Bekasi - Kebakaran hebat terjadi di dekat Ramayana Cikarang, Rabu (1/10/2015) dini hari. Api tampak besar di sekitar pusat perbelanjaan ini. Lokasi kebakaran ini tak jauh dari kawasan Sentra Grosir Cikarang di Jl. RE.Martadinata No.95, Cikarang, Kabupaten Bekasi. 
 
Mengutip dari TMC Polda Metro Jaya, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.20. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran dan jumlah kerugian. Namun, sejumlah petugas dan mobil pemadam kebakaran masih menangani si jago merah.

Terlihat dalam gambar, api besar membumbung tinggi di tengah kegelapan Cikarang. Asapnya pekat dan memijarkan cahaya merah.

Sejumlah netizen juga menguduh berbagai foto-foto kebakaran. Terlihat dalam foto yang diunggah, si jago merah melumat bagian bangunan.

Belum ada keterangan lebih jauh informasi kebakaran ini. Petugas masih berusaha menjinakan api agar tak menjalar ke bagian bangunan lain.

”Terdengar juga suara gelegar sepeti geluduk. Ya, Allah… ada-ada saja,” kata Sania Nia, salah seorang saksi mata.

Belum ada keterangan lebih jauh informasi kebakaran ini. Petugas masih berusaha menjinakan api agar tak menjalar ke bagian bangunan lain. Tampak juga sejumlah pedagang mengevakusi barang dagangan.


Penulis: kan/ps
Sumber:Pojoksatu

Mobil Dinas Anggota DPRD Kota Bekasi Disikat Maling

Bekasi - Mobil dinas yang dipinjamkan ke anggota DPRD Kota Bekasi Herman raib digondol pencuri di Jalan Raya Hankam, Pondok Melati, Kota Bekasi. Mobil milik anggota Fraksi PDIP ini hilang di garasi sebuah kios penjualan ikan.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo menjelaskan, mobil pelat merah itu hilang pada Senin 3 Agustus kemarin sekitar pukul 05.30 WIB. Mobil itu dititipkan Herman ke tempat tetangganya yang menjual ikan.

"Hasil olah TKP pelaku masuk dengan cara membongkar gembok gerbang rumah sekaligus kios tersebut. Selanjutnya, pelaku membawa kabur mobil dinas itu," jelas Siswo, Selasa 4 Agustus 2015 kemarin. Menurut Siswo, petugas masih menyelidiki kasus ini dan memburu para pelaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, hilangnya mobil dinas itu tentu menjadi tanggungjawab anggota DPRD yang bersangkutan. "Mobil itu tidak diasuransikan oleh Pemkot Bekasi. Jadi tangungjawab pribadi dan harus diganti, karena milik negara," katanya.


Penulis: whb/Abdullah M Surjaya
Sumber:Sindonews

Kapolres Bekasi: Kematian Evan Tidak Terkait MOS

Bekasi - Kepala Polres Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona mengatakan, kematian Evan Christoper Situmorang (12) tidak terkait dengan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilakukan di SMP Flora, Pondok Ungu Permai, Bekasi. Hal ini disimpulkan setelah melakukan proses penyelidikan.

"Penyebabnya adalah karena penyakit. Penyakit yang diderita sementara ini adalah jantung," ujar Daniel ketika dihubungi VIVA.co.id, Rabu 5 Agustus 2015.

Daniel menjelaskan, meninggalnya Evan pada 31 Juli 2015 di rumah karena sakit jantung.

"Meninggalnya di rumah, ada 4 saksi menolong. Sampai di rumah sakit sudah meninggal tapi dokter masih dicek jantung. Itu 45-50 menit sejak meninggalnya itu kalau ditarik mundur ada di rumah almarhum," jelas Daniel.

Daniel mengatakan, setelah berobat ke puskesmas, Evan meminum obat penghilang rasa sakit dan antibiotik untuk mengobati sakit di kakinya. Akan tetapi, meninggalnya Evan sendiri bukan karena sakit tersebut, melainkan jantung.

Selama ini, Evan diduga meninggal akibat mengikuti kegiatan MOS. Akan tetapi, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi tidak menemukan ada kegiatan yang membahayakan siswa selama MOS.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kegiatan yang membahayakan siswa," ujar Daniel.

Untuk itu, dengan terkuaknya penyebab kematian Evan, kata Daniel, pihaknya memutuskan penyelidikan akan dihentikan mulai per hari ini.

"Karena kalau kita mau cari siapa pelaku, dan meninggal di rumah karena kelalaian seseorang siapa tersangkanya, Saya melihat tersangka orang tua anak meninggal saja sudah sedih. Saya lidik dengan hati," kata Daneil.

Daniel pun menambahkan, Ada surat pernyataan keluarga yang ikhlas akan kepergian Evan.

"Ya kami tidak menuntut segala macam saya putuskan tidak periksa. Lidik setop. Ibu tidak diproses hukum, tidak akan lidik jenazah. Saya tidak mau ibu sedih dua kali, kehilangan anak dan dipenjara. Kita gunakan hati untuk kasus ini," tutup Daniel.


Penulis:  Irfan Laskito, Bayu Nugraha
Sumber: Viva

Kejari Bekasi Dalami Tiga Kasus Korupsi

Bekasi - Kejaksaan Negeri Bekasi terus mendalami kasus dugaan korupsi di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Saat ini sedang dilakukan kerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara. Belasan saksi terkait pelaksanaan pendidikan dan latihan (diklat) tahun 2009 di BKD itu sudah diperiksa.

Pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait kasus ini terus dilakukan. Aliran uang yang digunakan hingga miliaran rupiah yang berhubungan dengan pelaksanaan diklat prajabatan pegawai golongan I, II, dan III itu sudah diketahui. Saat ini, bukti lainnya  sedang dicari, termasuk melakukan koordinasi dengan penyedia tempat diklat di Bandung dan pihak ketiga sebagai pelaksana yang bekerja sama dengan BKD.


Penjelasan itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bekasi, Enen Saribanon kepada SH, Kamis (30/7). Setidaknya, biaya diklat prajabatan yang diikuti ratusan pegawai Pemkot Bekasi tahun 2009 itu sekitar Rp 9 miliar. “Nantilah kalau bukti sudah lengkap, ditingkatkan ke penyidikan, dan menetapkan tersangka,” katanya.

Selain kasus diklat prajabatan di BKD, saat ini kejaksaan sebagaimana dibenarkan Enen, juga menyelidiki kasus pasar ikan hias di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Pasar ikan hias milik Pemkot Bekasi itu bertahun-tahun dikelola pihak lain dan sewa kios ditarik dari pedagang. Namun, pengelola tidak menyetor sepeser pun uang sewa kios milik Pemkot Bekasi itu ke kas daerah. Hal in pun merugikan keuangan negara.

Kasusnya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Minggu depan, tersangkanya akan ditetapkan. Kerugian atas pengelolaan pasar ikan hias oleh pihak lain mencapai Rp 1 miliar lebih. “Bukti-bukti sudah kuat dan tinggal menetapkan tersangkanya saja,” ujar Enen Saribanon. Para pejabat dari Pemkot Bekasi, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Rayendra Sukarmaji sudah diperiksa terkait kasus dugaan korupsi itu.

Bahkan Kamis lalu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispeda) Kota Bekasi, Aan Suhanda, bersama beberapa pejabat terkait lainnya dari Dispenda, juga diperiksa. Biaya fiktif perjalanan dinas belasan anggota DPRD Kota Bekasi tahun 2013 juga menjadi prioritas penyidikan. Belasan anggota dewan dari Kota Bekasi pun sudah diperiksa jaksa penyidik.”Jadi, saat ini ada tiga kasus korupsi yang sedang didalami terus,”tutur Enen.

Kasus penjualan tanah pemakaman umum (TPU) oleh tiga pejabat Pemkot Bekasi yang merugikan keuangan negara Rp 4,1 miliar lebih, seperti diberitakan sebelumnya, saat ini sudah dalam tahap penyidikan.
Enen menjelaskan, dua pejabat Pemkot Bekasi, yaitu Camat Bantargebang, Nurtani, dan mantan Lurah Sumurbatu, Sumyati, sudah ditahan di lembaga pemasyarakatan (LP) guna proses lebih lanjut. “Tersangka Gatot Sutejo, staf Pemkot Bekasi yang pernah menggugat kejakasaan praperadilan namun kalah, terus diburu tim kejaksaan,” ucap Enen. 


Penulis: -
Sumber:Sinar Harapan