Catatan :
Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Mobil Dinas Anggota DPRD Kota Bekasi Disikat Maling

Bekasi - Mobil dinas yang dipinjamkan ke anggota DPRD Kota Bekasi Herman raib digondol pencuri di Jalan Raya Hankam, Pondok Melati, Kota Bekasi. Mobil milik anggota Fraksi PDIP ini hilang di garasi sebuah kios penjualan ikan.

Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo menjelaskan, mobil pelat merah itu hilang pada Senin 3 Agustus kemarin sekitar pukul 05.30 WIB. Mobil itu dititipkan Herman ke tempat tetangganya yang menjual ikan.

"Hasil olah TKP pelaku masuk dengan cara membongkar gembok gerbang rumah sekaligus kios tersebut. Selanjutnya, pelaku membawa kabur mobil dinas itu," jelas Siswo, Selasa 4 Agustus 2015 kemarin. Menurut Siswo, petugas masih menyelidiki kasus ini dan memburu para pelaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, hilangnya mobil dinas itu tentu menjadi tanggungjawab anggota DPRD yang bersangkutan. "Mobil itu tidak diasuransikan oleh Pemkot Bekasi. Jadi tangungjawab pribadi dan harus diganti, karena milik negara," katanya.


Penulis: whb/Abdullah M Surjaya
Sumber:Sindonews

Kapolres Bekasi: Kematian Evan Tidak Terkait MOS

Bekasi - Kepala Polres Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona mengatakan, kematian Evan Christoper Situmorang (12) tidak terkait dengan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilakukan di SMP Flora, Pondok Ungu Permai, Bekasi. Hal ini disimpulkan setelah melakukan proses penyelidikan.

"Penyebabnya adalah karena penyakit. Penyakit yang diderita sementara ini adalah jantung," ujar Daniel ketika dihubungi VIVA.co.id, Rabu 5 Agustus 2015.

Daniel menjelaskan, meninggalnya Evan pada 31 Juli 2015 di rumah karena sakit jantung.

"Meninggalnya di rumah, ada 4 saksi menolong. Sampai di rumah sakit sudah meninggal tapi dokter masih dicek jantung. Itu 45-50 menit sejak meninggalnya itu kalau ditarik mundur ada di rumah almarhum," jelas Daniel.

Daniel mengatakan, setelah berobat ke puskesmas, Evan meminum obat penghilang rasa sakit dan antibiotik untuk mengobati sakit di kakinya. Akan tetapi, meninggalnya Evan sendiri bukan karena sakit tersebut, melainkan jantung.

Selama ini, Evan diduga meninggal akibat mengikuti kegiatan MOS. Akan tetapi, berdasarkan hasil penyelidikan, polisi tidak menemukan ada kegiatan yang membahayakan siswa selama MOS.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kegiatan yang membahayakan siswa," ujar Daniel.

Untuk itu, dengan terkuaknya penyebab kematian Evan, kata Daniel, pihaknya memutuskan penyelidikan akan dihentikan mulai per hari ini.

"Karena kalau kita mau cari siapa pelaku, dan meninggal di rumah karena kelalaian seseorang siapa tersangkanya, Saya melihat tersangka orang tua anak meninggal saja sudah sedih. Saya lidik dengan hati," kata Daneil.

Daniel pun menambahkan, Ada surat pernyataan keluarga yang ikhlas akan kepergian Evan.

"Ya kami tidak menuntut segala macam saya putuskan tidak periksa. Lidik setop. Ibu tidak diproses hukum, tidak akan lidik jenazah. Saya tidak mau ibu sedih dua kali, kehilangan anak dan dipenjara. Kita gunakan hati untuk kasus ini," tutup Daniel.


Penulis:  Irfan Laskito, Bayu Nugraha
Sumber: Viva

Kejari Bekasi Dalami Tiga Kasus Korupsi

Bekasi - Kejaksaan Negeri Bekasi terus mendalami kasus dugaan korupsi di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Saat ini sedang dilakukan kerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara. Belasan saksi terkait pelaksanaan pendidikan dan latihan (diklat) tahun 2009 di BKD itu sudah diperiksa.

Pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait kasus ini terus dilakukan. Aliran uang yang digunakan hingga miliaran rupiah yang berhubungan dengan pelaksanaan diklat prajabatan pegawai golongan I, II, dan III itu sudah diketahui. Saat ini, bukti lainnya  sedang dicari, termasuk melakukan koordinasi dengan penyedia tempat diklat di Bandung dan pihak ketiga sebagai pelaksana yang bekerja sama dengan BKD.


Penjelasan itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bekasi, Enen Saribanon kepada SH, Kamis (30/7). Setidaknya, biaya diklat prajabatan yang diikuti ratusan pegawai Pemkot Bekasi tahun 2009 itu sekitar Rp 9 miliar. “Nantilah kalau bukti sudah lengkap, ditingkatkan ke penyidikan, dan menetapkan tersangka,” katanya.

Selain kasus diklat prajabatan di BKD, saat ini kejaksaan sebagaimana dibenarkan Enen, juga menyelidiki kasus pasar ikan hias di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Pasar ikan hias milik Pemkot Bekasi itu bertahun-tahun dikelola pihak lain dan sewa kios ditarik dari pedagang. Namun, pengelola tidak menyetor sepeser pun uang sewa kios milik Pemkot Bekasi itu ke kas daerah. Hal in pun merugikan keuangan negara.

Kasusnya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Minggu depan, tersangkanya akan ditetapkan. Kerugian atas pengelolaan pasar ikan hias oleh pihak lain mencapai Rp 1 miliar lebih. “Bukti-bukti sudah kuat dan tinggal menetapkan tersangkanya saja,” ujar Enen Saribanon. Para pejabat dari Pemkot Bekasi, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Rayendra Sukarmaji sudah diperiksa terkait kasus dugaan korupsi itu.

Bahkan Kamis lalu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispeda) Kota Bekasi, Aan Suhanda, bersama beberapa pejabat terkait lainnya dari Dispenda, juga diperiksa. Biaya fiktif perjalanan dinas belasan anggota DPRD Kota Bekasi tahun 2013 juga menjadi prioritas penyidikan. Belasan anggota dewan dari Kota Bekasi pun sudah diperiksa jaksa penyidik.”Jadi, saat ini ada tiga kasus korupsi yang sedang didalami terus,”tutur Enen.

Kasus penjualan tanah pemakaman umum (TPU) oleh tiga pejabat Pemkot Bekasi yang merugikan keuangan negara Rp 4,1 miliar lebih, seperti diberitakan sebelumnya, saat ini sudah dalam tahap penyidikan.
Enen menjelaskan, dua pejabat Pemkot Bekasi, yaitu Camat Bantargebang, Nurtani, dan mantan Lurah Sumurbatu, Sumyati, sudah ditahan di lembaga pemasyarakatan (LP) guna proses lebih lanjut. “Tersangka Gatot Sutejo, staf Pemkot Bekasi yang pernah menggugat kejakasaan praperadilan namun kalah, terus diburu tim kejaksaan,” ucap Enen. 


Penulis: -
Sumber:Sinar Harapan

Jadi Terbesar Ketiga, Pendapatan Stasiun Bekasi Rp135 Juta Perhari

Bekasi - Setiap harinya stasiun Kota Bekasi mengantongi pendapat Rp135 juta dengan asumsi penumpang rata-rata 35 ribu orang.

Ini disebut Kepala Stasiun Bekasi Rohman kepada GoBekasi belum lama ini. Rohman mengatakan, volume normal penumpang di Stasiun Bekasi mencapai 38 ribu per hari kerja dan 25 ribu penumpang pada Sabtu dan Minggu.

“Sudah mulai normal. Ada 38 ribu penumpang pada hari kerja, kalau hari libur terjadi penurunan menjadi 25 ribu saja,” tegas Rohman saat menjelaskan jumlah penumpang sesudah lebaran.

Menurutnya, volume penumpang dan pendapatan pada semester I tahun ini melonjak sekitar 25 persen dibandingkan semester II 2014.

Posisi ini menempatkan Stasiun Kota Bekasi sebagai volume penumpang terbanyak ketiga setelah Stasiun Bogor dan Stasiun Jakarta Kota.

“Banyak peningkatan dari tahun lalu. Stasiun Kota Bekasi sekarang di posisi ketiga terbanyak di bawah Bogor dan Jakarta Kota,” pungkasnya.



Penulis: cr21
Sumber:GoBekasi

Siswa SMP Flora Bekasi Meninggal Usai MOS


Bekasi - Seorang siswa SMP Flora, Bekasi, bernama Ivan Situmorang meninggal dunia. Kabar meninggalnya Ivan ramai diperbincangkan di media sosial lantaran usai mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS)

Kepala Sekolah SMP Flora, Mario Dagemoz menuturkan, anak didiknya memang mengikuti MOS yang digelar 3 hari, 7-9 Juli 2015. Dalam MOS itu, tak ada kegiatan yang membebani siswa.

"MOS di sekolah panitianya siswa senior. Pelaksanaan 3 hari, kegiatannnya seperti kuis, lomba nyanyi, enggak ada yang di luar kemampuan siswa," ujar Mario kepada Liputan6.com di Bekasi, Sabtu (1/8/2015).

Mario menambahkan, usai MOS yakni pada 12 Juli 2015, para siswa datang ke sekolah untuk mengambil baju seragam. Termasuk Ivan. Dia kemudian libur hingga masuk kembali pada 27 Juli 2015.

Tanggal 28 Juli 2015, kegiatan belajar dimulai. Ivan pun masuk sekolah dan mengeluh sakit. Dia kemudian ke izin untuk ke kamar mandi dan tiba-tiba kakinya sakit tidak bisa digerakan. Teman-teman berinisiatif membawanya ke dalam kelas.

"Dia mengaku kakinya sakit hingga tidak bisa berjalan," terang Mario.

Usai itu, pihak sekolah menghubungi orangtua Ivan. Tak lama berselang, sang ibunda Ivan datang ke sekolah.

"Kami langsung menanyakan kepada Ibu Ivan dan menjawab kalau Ivan memang sakit dibagian kaki dan pernah dibawa ke pengobatan alternatif," ujar Mario.

Ibu Ivan langsung membawa pulang ke rumah. Namun lantaran sakitnya, Ivan dibawa ke rumah Sakit. Setelah mendapatkan perawatan rumah sakit, Ivan meninggal dunia.

Maria menegaskan meninggalnya Ivan bukan karena mengikuti kegiatan MOS. Pihak sekolah pun merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan di media sosial tentang meninggalnya Evan akibat mengikuti kegiatan MOS.

"Pihak sekolah berharap agar pemberitaan di Media Sosial Facebook dihapus. Apabila tak dihapus pihak sekolah akan melakukan somasi ke pihak yang menulis Facebook itu," pungkas Mario.


Penulis: Ali/Rmn
Sumber:Liputan6.com

Rumah Penyidik KPK Diteror Bom

Bekasi - Rumah milik salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Perumahan Mediterania Regensi, Jalan Anggrek blok A, RT 04/16 Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mendapatkan ancaman teror bom, sekira pukul 23.00 WIB.

Benda diduga bom itu berbentuk sebuah bungkusan kotak sterefoam dilapisi dengan dengan lakban hitam dengan rangkaian kabel, yang diletakkan di depan gerbang rumah.

Menurut Wakapolresta Bekasi Kota, AKBP Asep Edi Suheri, pihaknya mendapatkan laporan dari pemilik rumah berinisial A yang langsung ditindaklanjuti oleh anggota untuk mensterilkan lokasi.

"Kami pasang garis polisi guna menjaga kemungkinan berbahaya, karena laporan yang kami terima adalah bom," kata Asep di lokasi, Senin (06/07/2015).

Selanjutnya, dari laporan yang diterima pihaknya pun menindaklanjuti lagi dengan berkoordinasi dengan Gegana Polri, yang langsung datang ke lokasi untuk mengecek paket tersebut.

"Sudah dicek tidak ada unsur ledakan dari paket itu. Hanya rangkaian saja yang mirip dengan bom, jadi ini hanya teror saja," sambungnya.

Diakui Asep, rumah yang diteror memang merupakan rumah milik penyidik KPK dan sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus teror tersebut.

"Kita akan dalami dan selidiki pelakunya. Dengan meminta keterangan dari korban,"katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, pihak Kepolisian Polsek Bekasi Selatan, Polresta Bekasi Kota dan tim Gegana masih berada di lokasi setelah proses olah TKP dan identifikasi.



Penulis: Awl
Sumber: Okezone

Grand Opening, Harris Hotel Summarecon Bekasi Sediakan 332 Kamar

Bekasi - Tauzia Hotel Management bersama PT Summarecon Hotelindo melakukan pembukaan properti terbaru dan pertama di Bekasi, Harris Hotel & Convention Bekasi, Kamis (21/5).

Hotel yang menawarkan 332 kamar dan suites ini dirancang akan menjadi trendsetter di Bekasi. Hal itu diungkapkan Direktur penjualan dan Pemasaran Tauzia, Yusuf Ijsseldijk saat grand launching.

“Berlokasi di area New Modern City Summarecon Bekasi dengan akses langsung menuju Summarecon Mal Bekasi, Harris hotel akan menjadi tempat udeal tamu wisata maupun bisnis lokal dan mancanegara,” kata dia.

“Ditambah lagi, semua tamu akan memiliki akses gratis untuk koneksi WiFi di semua area hotel,” tambahnya lagi.

Acara grand launching tersebut, dihadiri juga oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Haris hotel & Convention Bekasi memiliki ketinggian 17 lantai dan satu lantai basement. “Ini melengkapi fasilitas lainnya yang telah ada di Summarecon, seperti Summarecon Mal, Food city, Pasar Modern Sinpansa, Pusat otomotif AXC, dan gedung perkantoran plaza Summarecon Bekasi,” ungkap Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi.

“Founder kami sudah melihat potensi bekasi.  Dengan alasan itu kami akhirnya membuat pusat kota baru di kota Bekasi. Kota summarecon Bekasi akan dikembangkan srbagai kota modern. Dgn adanya hunian hotel, apartement dan mall, kota bekasi bisa menjadi kota yg modern dengan fasilitas yg memadai.” Tutup Adrianto.



Penulis:Sel
Sumber:InfoBekasi

 
Copyright © 2014 Bekasi Post.Com | Media Online Bekasi. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger