Catatan :
Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Bazda Bekasi Rehabilitasi Masjid dan Mushala

Bekasi - Badan Amil Zakat Daerah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan dana rehabilitasi sarana ibadah di wilayah setempat pada 2015 senilai total Rp180 juta. "Kali ini kita menyalurkan dana tersebut kepada 18 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) musala dan masjid di enam kecamatan," kata Ketua Bazda Kota Bekasi Paray Said di Bekasi, Rabu (1/4). 
 
Menurut dia, penyaluran dana tersebut merupakan tahap kedua sepanjang 2015 yang nilainya sama dengan penyaluran tahap pertama. "Dana tersebut dimanfaatkan bagi pembenahan sarana ibadah masing-masing Rp10 juta per tempat ibadah," katanya.

Menurut Paray, nominal itu mengalami peningkatan dari bantuan pada tahun 2014 sebesar Rp6 juta per tempat ibadah. Ia mengatakan, pihaknya membatasi penyaluran dana bantuan itu makasimal tiga tempat ibadah per kecamatan.

"Bagi DKM yang sudah pernah mendapatkan bantuan pada tahun pertama, tidak akan mendapatkan bantuan pada tahun berikutnya," ujarnya. Adapun penyaluran dana rehabilitasi tersebut sebelumnya telah melalui penyaringan berdasarkan tingkat kebutuhan.

"Seperti terdapat kerusakan ringan pada tempat ibadah tersebut, aktif salat berjamaah dan kegiatan, seperti majelis taklim dan TPA. Selain itu, harus bersedia membentuk unit pengumpul zakat," ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut di 12 kecamatan Kota Bekasi untuk menjangkau semua kebutuhan DKM terkait dengan rehabilitasi tempat ibadah. "Saya harap program ini bisa terus berlanjut dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.


Penulis: -
Sumber: Antara

Diduga Korupsi, Kasat Pol PP Kab Bekasi Ditangkap Polisi

Dikdik Jasmedi Astra
Bekasi - Kepala Bidang Penegakan Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi Dikdik Jasmedi Astra ditangkap petugas Polresta Bekasi Kabupaten terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi, Selasa (31/3) malam.

Diduga, Dikdik Jasmedi Astra menyelewengkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2013 sebesar Rp 8.850.500.000.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Cikarang, namun berkas pemeriksaan dikembalikan ke Polresta Bekasi Kabupaten, Selasa (24/3/2015).

Kepala Reserse Kirminal Polresta Bekasi Kabupaten, Komisaris Wirdhanto Hadicaksono membenarkan penangkapan ini. "Iya benar, ada penangkapan pejabat Kasatpol PP Kabupaten Bekasi," ujarnya kepada wartawan pada Rabu (1/4) malam.

Wirdhanto menjelaskan, keterangan resmi akan diberikan pada Kamis (2/4) di Mapolresta Bekasi Kabupaten. "Besok, kami akan rilis di Polres, nanti keterangan resmi akan kami sampaikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Cikarang, Fik Fik Zulrofik mengaku belum mengetahui adanya penahanan tersebut. "Saat itu, memang kami yang tangani, tapi kami kembalikan dua minggu lalu," katanya.

Dalam sangkaan yang dimuat di Kejaksaan Negeri Cikarang, pelaku melanggar pasal 3, 9, 12 e Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999, Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang pemberantasan tipikor.

Namun sampai malam ini belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kab Bekasi terkait dugaan ditangkapnya Dikdik Jasmedi Astra.


Penulis: Hom
Sumber: BERITABEKASI.CO

Warga Cikunir Berhasil Gagalkan Perampokan Minimarket

Bekasi - Pencurian dengan kekarasan kini menghantui Kota Bekasi. Rabu (25/2/2015) dinihari salah satu minimarket yang terletak di Bekasi Selatan disantroni perampok. Namun berhasil digagalkan warga setepat.

Menurut Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo, peristiwanya berawal  saat warga jalan Cikunir memergoki sekelompok orang tengah membongkar paksa sebuah minimarket Alfamart. namun bukannya melarikan diri, 3 orang diantaranya malah menyerang warga yang memergoki.

“Beruntung saat diserang para perampok itu, warga yang memergoki bisa meladeninya. Hingga akhirnya 1 orang diantaranya bersimbah darah, sedangkan 2 orang lagi bersembunyi di perumahan bisa ditangkap hidup-hidup meski sempat menjadi bulan-bulan warga,” kata Siswo diruang kerjanya.

Sedangkan lainnya, kata Siswo, berhasil melarikan diri menggunakan minibus berjenis Avanza menuju arah jalan tol Cikunir.

“Pelaku yang mengalami luka parah, saat ini kondisinya masih dalam penanganan tim medis RS Polri di Kramatjati Jakarta Timur,” kata Siswo

Dari lokasi kejadian, tambah Siswo, petugas berhasil mengamankan sebuah tas berisi bor, linggis, obeng dan karung. Untuk penyeledikan lebih lanjut pihaknya akan memeriksa 3 orang yang tertangkap itu.

Lebih lanjut Siswo mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat pasal tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan sebagaimana yang dimaksud Pasal 365 Jo Pasal 53 Jo Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun.


Penulis: Hendro
Sumber: www.harianterbit.com

Bekasi Akan Tutup Paksa RPH Babi dan Anjing

Bekasi - Dalam razia yang dilakukan FPI beberapa waktu lalu diketahui adanya belasan RPH anjing dan babi di Rawalumbu, Bekasi. Pemkot bekasi memastikan RPH tersebut tidak memiliki izin dan akan ditutup.

Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi mengakui adanya RPH ilegal di Jalan Caringin, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi setelah melakukan pemantauan.

"RPH tersebut memotong hewan yang dilarang, seperti anjing dan babi. Kami akan tindak," ujar Sekretaris Dispera Kota Bekasi, Dedet, Selasa (24/2/2015).

Menurutnya, RPH itu menyalahi aturan dan akan segera ditertibkan. Dedet mengaku, Pemkot Bekasi hanya memiliki satu RPH binaan dan terdaftar, yakni berlokasi di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

"Kalau ada yang lain RPH itu ilegal dan harus ditutup demi aturan yang berlaku," katanya.

Dispera, kata dia, telah melakukan pemantauan di RPH tersebut. Pemilik RPH ilegal itu telah mengakui adanya pemotongan hewan itu. Namun daging hewan tersebut hanya didistribusikan untuk kalangan tertentu saja.

Ditempat terpisah, wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mendesak agar pihak terkait langsung ambil tindakan. "Harus segera ditertibkan karena meresahkan masyarakat," tambahnya.

Menurutnya, beberapa warga Bekasi juga mendesak pemerintah agar mengambil tindakan dan penutupan RPH tersebut.

Untuk diketahui, Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya menemukan tempat pemotongan hewan terlarang itu dalam razia mereka. Sekitar 15 rumah memotong hewan anjing dan babi di lokasi tersebut.

Bahkan, ditemukan hewan yang masih hidup siap dipotong di RPH di Jalan Caringin Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.


Penulis: Abdullah M Surjaya
Sumber: Sindo

Warga Bekasi Keluhkan Kurangnya Tempat Sampah

Bekasi - Berdasarkan penilaian Adipura, kota Bekasi dinobatkan sebagai kota terkotor ketiga. Di kota Bekasi banyak tumpukan sampah di pinggir sungai dan di pinggir jalan.

Dari pantauan Republika, terdapat tumpukan sampah di pinggir Kali Pintu Air, tepatnya di bawah jembatan Kali Pintu Air dan di samping Jalan Pintu Air dekat Stasiun Kota Bekasi, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara.

Salah satu warga Medi Margawan (63 tahun) mengatakan masyarakat membuang sampah ke pinggir kali karena tidak ada tempat sampah. Ke depannya, ia dan warga lainnya berharap ada tempat untuk membuang sampah.

"Saya dan warga yang lain memang suka membuang sampah di sana karena tidak ada tempat lagi," ujar Medi kepada Republika, Rabu (25/2)

Medi mengaku selama ia berjualan nasi di sekitar situ, truk pengangkut sampah tidak sampai ke tempatnya berjualan. Ditambah petugas kebersihan juga tidak ada.Dia mengaku kerap membuang sampah ke pinggir sungai, tapi sebagai bentuk tanggung jawabnya ia juga sering membakar sampah tersebut.

Pada pukul 11.30 di trotoar Jalan Baru, Kampung Crewet, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur juga masih terdapat tumpukan sampah. Meski telah siang, tidak ada petugas atau mobil penganggkut sampah yang datang.

Menurut Kartono (35), warga Duren Jaya, masyarakat membuang sampah bukan pada tempatnya karena kurang tersediannya bak-bak sampah. Ia berharap dinas terkait agar menyediakan tempat pembuangan sampah agar Bekasi menjadi kota yang bersih.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bekasi dari fraksi PDI Perjuangan Enie Widhiastuti mengatakan hal serupa. Ia mengaku kerap menjumpai tumpukan sampah di pinggir jalan, contohnya di bawah jembatan layang Patriot, Di Bekasi sampah kerap menumpuk setelah pukul 18.00 WIB hingga pagi.

Menurut Enie, perlu dibuat program darurat sampah dengan menyediakan bak penampungan sampah di setiap RW. Gunanya supaya warga tidak merasa harus berjalan jauh untuk membuang sampah pada tempatnya.


Penulis: C10
Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Pasar Kumuh dan Semrawut, Walikota Bekasi Marah-marah

Bekasi - Walikota Bekasi berang melihat kondisi pasar yang semerawut dan sepertinya dibiarkan kumuh, “Mestinya kepala pasar tanggap, kalau memang rusak perbaiki. Kalau tidak mampu laporkan,” ujar Rahmat Effendi, Walikota Bekasi, saat meninjau Pasar Kranji Lama di Jl Pemuda, Bekasi Barat, Rabu.

Didampingi Cecep Suherlan, Kepala Dinas Perekonimian Rakyat Kota Bekasi dan Dadang Hidayat, Kepala  Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, sempat melihat kondisi lantai dua di Pasar Kranji Lama. Kondisinya hancur, keramiknya sudah terkelupas dan bekas kotoran tanah menumpuk di lantai.

Di  Pasar Kranji Lama, Walikota melihat sejumlah lorong dan eplasemen pasar yang sepertinya dibiarkan kotor, “Saya akan tinjau lagi, Jumat depan kondisinya sudah berubah,” harap walikota.

Sesuai ke Pasar Kranji Lama, walikota mengunjungi Pasar Jatiasih. Di loksi ini terlihat  cukup tertata rapi untuk pengelolaan pasarnya, seperti bangunan yang meski sudah lama dibangun telah dicat ulang dan dan pengelolaan tata letak pedagang sudah bagus akan tetapi pada badan jalan pintu utama terjadi hancurnya jalan yang menyebabkan kemacetan di jalan raya jatiasih.

“Untuk pengelola Pasar Jatiasih, saat instruksikan buat laporan ditujukan ke Binamarga dan inventarisir kondisi jalan dekat pasar yang rusak,” katanya, kepada kepala pasar.

Lain halnya dengan lokasi Pasar Bantargebang, tata kelola yang sumpek dan padat dan terlihat ada tumpang tindih antara pengelola pasar dengan pihak ketiga yang diberi ijin membangun di lokasi itu, “Saya minta ditelusuri kenapaada jalan di sekitar pasar, apakah ada proses yang dilanggar atau tidak,” tegas walikota.

Walikota mengatakan, tujuan meninjau pasar adalah untuk melihat konstruksi bangunan yang telah lama berdiri apakah masih bagus atau sudah tidak memenuhi standart bangunan untuk sebuah pasar di Kota Bekasi. “Selain itu, kami juga ingin tahu kondisi harga-harga di pasar tradisional yangkatanya melambung,” ujar Pepen. Soal keluhan dari pedagang dan pembeli di pasar serta pengecekan tata kelola retribusi, pengolahan sampah di pasar dan sinegritas dengan dinas terkait.


Penulis: Saban
Sumber:Poskota

Jalan Rusak Tewaskan Pengendara, Pemkot Bekasi Digugat


Bekasi - Lembaga Bantuan Hukum Jakarta rencananya akan menggugat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Pengadilan Negeri Bekasi. Gugatan terkait kasus jalan rusak yang memakan korban jiwa. Gugatan akan didaftarkan pada Kamis (26/2/2015).

"Kita mau daftarkan gugatan ke panitera Pengadilan Negeri Bekasi, terkait jalan provinsi rusak di Bekasi dan menyebabkan kematian," kata Pengacara Publik LBH Jakarta Nelson, Rabu (25/2/2015).

Gugatan tersebut, menurut dia, terkait kondisi rusaknya Jalan Siliwangi yang membentang dari Bantar Gebang, Bekasi menuju Cileungsi, Bogor. Pihak tergugat yakni Gubernur Jawa Barat, Walikota Bekasi, Kepala Dinas Bina Marga yang menangani jalan rusak tersebut, dan Kepala Dinas Perhubungan terkait.

Para tergugat dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melakukan pemeliharaan jalan dan pemasangan rambu lalu lintas akan adanya jalan rusak itu. Sepanjang jalan tersebut yang sehari-hari dilintasi oleh kendaraan berat, berkerikil, tidak terdapat median jalan, dan tidak ada penerangan lampu pada malam hari dianggap sudah cukup berisiko bagi pengguna jalan.

Pihak LBH melayangkan gugatan terkait kasus kematian seorang pengendara motor yang tewas karena jalan yang rusak. "Ada seorang bapak naik motor di Jalan Siliwangi, kena lubang, lalu enggak ada sparatornya, dia keluar jalur dan tertabrak bus, nyawanya enggak tertolong dan meninggal di rumah sakit," ujar Nelson.

Dengan gugatan tersebut, pihaknya berharap pemerintah daerah dan kota dapat memperhatikan aspek keselamatan di jalan. Hal tersebut, menurut dia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan juncto Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, memerintahkan kepada Pemerintah untuk senantiasa menjaga kondisi jalan agar tetap prima dan memenuhi asas keselamatan.

"Kalau jalan rusak, itu harus ada marka tulisan 'hati-hati jalan rusak'. Itu diwajibkan dalam Undang-undang. Tugas mereka untuk perbaiki jalan dan bikin marka jalan. Tetapi ini tidak ada. Di jalan itu hanya ada tulisan 'hati-hati rawan kecelakaan', dan itupun hanya satu. Jelas itu berbeda dengan imbauan adanya jalan rusak," ujar Nelson.


Penulis: Robertus Belarminus
Sumber: Kompas.com

 
Copyright © 2014 Bekasi Post.Com | Media Online Bekasi. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger